Tak Terima Dihukum 1,5 Tahun, Joko Driyono Banding

by
Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri) telah divonis 1,5 tahun penjara, kasus perusakan barang bukti pengaturan skor.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri) telah divonis 1,5 tahun penjara, kasus perusakan barang bukti pengaturan skor.

Tak terima putusan hakim, melalui kuasa hukumnya dia akan mengajukan banding. “Putusan itu masih belum mencerminkan keadilan bagi terdakwa, kita belum menerima putusan,” ujar Pengacara Jokdri, Mustofa Abidin saat dihubungi, Selasa, (30/7).

Mustofa menjelaskan, keputusan banding diambil lantaran dalam persidangan dia menyakini tidak ada niatan kliennya menghilangkan barang bukti seperti yang disangkakan. Atas dasar itu, dia menilai pasal yang dikenakan tidak sesuai.

“Kita nggak menilai itu lebih ringan daripada (tuntutan) Jaksa, justru patokan kita dari fakta persidangan dikaitkan dengan pasal itu,” imbuhnya.

Di sisi lain, Mustofa menegaskan tidak khawatir terkait adanya potensi hukuman Jokdri justru diperberat. Baginya, selama masih ada proses hukum yang bisa ditempuh, maka jalur itu akan diambilnya hingga keadilan itu didapat.

“Kalau menurut saya sih kami tidak khawatir, karena bagaimana pun juga memperoleh keadilan itu juga sesuatu yang harus kami perjuangkan,” terangnya.

Ketidakpuasan terhadap vonis juga dirasakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sehingga membuat mereka memutuskan mengajukan banding seperti yang dilakukan oleh pihak terdakwa.

JPU, Sigit Hendradi mengatakan, permohonan banding sudah didaftarkan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Jumat (26/7) lalu. JPU keberatan dengan vonis 1,5 tahun, dan diharapkan bisa ditambah lebih berat.

“Kami nilai masih terlalu ringan dan dirasakan belum mempunyai daya tangkal serta efek jera,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, divonis satu tahun enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (23/7). Pasalnya, dia dinilai terbukti bersalah dengan melakukan pengrusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor.

IYL Meninggal, Wagub Bilang Sulsel Kehilangan Tokoh Andal

Ichsan Yasin Limpo Meninggal, Gubernur Sulsel Sampaikan Duka

Tensi Memanas, Iran Aktifkan Reaktor Nuklir Arak

Sebetulnya, pria yang karib disapa Jokdri itu dituntut penjara dua tahun enam bulan oleh Jaksa Penuntut Umum. JPU menilai terdakwa terbukti melanggar pasal 235 jo pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke dua. Akan tetapi Hakim Ketua, Kartim Haeruddin, menjatuhkan vonis setahun enam bulan. “Menjatuhkan kan penjara satu tahun enam bulan penjara, Dengan pasal yakni pasal 235 jo pasal 233 Pasal 55 ayat 1 ke- dua KUHP,”ujar hakim Ketua, Kartim Haeruddin.

Jokdri dinyatakan terbukti secara sah meyakinkan menggerakkan orang merusak barang-barang yang dipakai untuk meyakinkan sesuatu di depan penguasa atas perintah penguasa umum dengan cara memanjat atau menggunakan kunci palsu.

“Keadaan yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah mempersulit proses penyidikan proses lain yang ditangani penyidik Polda Metro Jaya. Meringankan, terdakwa bersifat sopan dan menyesali perbuatannya dan terdakwa telah berjasa membangun sepak bola di PSSI,” papar dia. (jp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *