Begini Kronologi Penggrebekan Tiga Pasutri Pelaku Swinger – Fajar Trend
Update

Begini Kronologi Penggrebekan Tiga Pasutri Pelaku Swinger

Ilustrasi. - Net

FAJAR TREND – Jajaran Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil mengungkap sindikat tukar pasangan saat berhubungan intim (swinger). Tiga pasutri digrebek saat berhubungan intim di hotel Lawang, Malang, Minggu (15/4).

Hingga saat ini, seorang pelaku berinisial TJ sekaligus pentolan komunitas swinger telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasubdit IV Renakta Polda Jatim AKBP Yudhistira Midyahwan mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari adanya broadcast kopi darat. Saat itu, istri tersangka, RL, mengajak anggota untuk nongkrong di Kebun Raya Purwodadi pada 14 April lalu.

Lantaran tak ada yang merespons, RL dan TJ lantas menuju ke rumah salah seorang anggota grup nyeleneh tersebut. ”Kami memonitor aktivitas mereka dari satu tempat ke tempat lainnya,” paparnya.

Rumah anggota grup yang berinisial SS dan WH itu berada di area Lawang, Kabupaten Malang.

TJ mengunggah pertemuan tersebut di grup. Tak berselang lama, anggota lainnya datang bergabung. Yakni, DS dan AG serta JK dan PP. Mereka semua merupakan pasutri yang sah.

Para pasutri yang punya fantasi nyeleneh itu lantas sepakat untuk makan malam sambil mencari penginapan. JK dan PP, rupanya, memilih pulang setelah makan malam.

Aktivitas tak lazim para pasutri tersebut dimulai pada pukul 21.00. Berdasar keterangan para korban, TJ meminta mereka untuk melakukan ”pemanasan” dengan pasangan masing-masing.

Tepat tengah malam, aktivitas itu akhirnya digerebek. Polisi mendapati tiga pasangan sedang telanjang bulat. Mereka lantas diminta berpakaian dan diinterogasi di TKP.

”Barang bukti yang kami sita ada pakaian dalam, kondom, dan satu handphone milik tersangka,” terang Yudhistira.

Berdasar hasil pemeriksaan, ternyata TJ kerap mengumpulkan para anggotanya dalam suasana informal.

Biasanya berbentuk pesta kecil-kecilan di tempat karaoke yang disepakati. Dari situlah, dia bisa membangun chemistry para pasutri tersebut.

Yudhistira menceritakan, tersangka menganggap penting acara karaoke itu. Alasannya, untuk dapat melakukan aktivitas intim, mereka diharuskan untuk merelakan pasangan masing-masing.

”Tukar pasangan secara penuh dan bisa bergantian,” ucapnya.

Aksi asusila secara berkelompok tersebut sudah berlangsung sejak 2013. (mir/jpnn/fajar)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!