Dua Tahun Jadi Korban Pencabulan, Bocah Ini Malah Ketagihan – Fajar Trend
Update

Dua Tahun Jadi Korban Pencabulan, Bocah Ini Malah Ketagihan

Ilustrasi korban pencabulan. - Net.

FAJAR TREND – Satu dari 11 murid sekolah dasar yang menjadi korban pencabulan di Desa Balakka, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara (Sumut), mengaku ketagihan dijadikan objek seksual oleh pelaku berinisial S.

Kepala Puskesmas Batugana, Melva Arwita Lubis mengatakan, bocah itu bahkan merindukan sosok S yang kini buron.

“Salah satu korban sudah sempat rindu kepada pelaku. Dia nanya keberadaan pelaku di mana sekarang,” ujar Melva, Kamis (15/3).

S telah melakukan perbuatan cabul kepada 11 korban selama dua tahun. Tak pelak, salah seorang korban merasa ketagihan lantaran rutin dicabuli pelaku.

Para murid sekolah yang menjadi korban S yakni, H (12), MA (9), UH (12), SB (6), KAP (10), KS (12), AP (11), MRR (10), MA (13), ATB (11), dan LA (11).

Kini, para korban telah mendapat pendampingan dari Puskesmas Batugana dan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Padang Lawas Utara.

Hingga kini, para korban masih menjalani trauma healing di Puskesmas. Pihak LPAI juga tengah mendorong pemerintah kabupaten untuk memfasilitasi para murid malang tersebut untuk pendampingan psikologis.

Sebab, tak sedikit para korban pencabulan berpotensi menjadi pelaku di kemudian hari.

Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Tersangka juga dikabarkan sudah pergi dari desa bersama istri dan tiga anaknya. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Sementara itu, Ketua LPAI Paluta Dewi Sartika Siregar mengatakan, angka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur terus mengalami penigkatan.

Pada 2017, LPAI mendampingi tiga kasus pencabulan. Namun sayangnya, seluruh kasus itu tidak berujung di meja pengadilan.

“Kita mendorong agar seluruh kasus itu dituntaskan. Jangan sampai dibiarkan sehingga tidak ada efek jera kepada pelaku,” pungkas Dewi.

Diberitakan sbelumnya, kasus pencabulan terhadap 11 anak diketahui setelah para korban bercerita kepada kepala sekolah mereka. Selanjutnya kepala sekolah mereka melaporkan ke Puskesmas.

Dari pengakuan para korban, mereka sempat diancam jika memberitahukan perbuatannya kepada orang lain. Bahkan untuk memuluskan aksi bejatnya, tersangka membujuk korban dengan memberikan uang jajan.

(pra/JPC/riz/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!