Investigasi Tenggelamnya Kapal TNI AD Berjalan, Diduga Kelebihan Muatan – Fajar Trend
Google Trend

Investigasi Tenggelamnya Kapal TNI AD Berjalan, Diduga Kelebihan Muatan

Kapal Motor Cepat (KMC) Komando AD-16-05 milik Kodam Jayakarta tenggelam di perairan Kepulauan Seribu, Senin (12/3).

FAJAR TREND – Belum tuntas menginvestigasi insiden tenggelamnya kendaraan tempur (ranpur) milik Yonif 412/Bharata Eka Sakti, kecelakaan melibatkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AD kembali terjadi.

Pada Senin (12/3), Kapal Motor Cepat (KMC) Komando AD-16-05 milik Kodam Jayakarta tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang dan awak kapal berjumlah 65 jiwa berhasil dievakuasi.

Berdasar informasi yang dihimpun, kapal tersebut tenggalam sekitar pukul 11.10 WIB ketika mengangkut penumpang menuju Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu.

”Peristiwanya benar, saya mendapat laporan bahwa saat ini (kemarin siang, Red) evakuasi sudah selesai,” ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah.

Dia pun membenarkan bahwa seluruh penumpang dan awak kapal tersebut selamat tanpa satu pun korban jiwa.

Senada dengan Sabrar, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jayakarta Letkol Infanteri Kristomei Sianturi menyampaikan bahwa seluruh awak kapal dan penumpang KMC Komando AD-16-05 selamat.

Iya(anggota, Red) kodam semua. Tidak ada sipil,” imbuh Kristomei.

Secara terperinci dia mengungkapkan, kapal tersebut mengangkut personel dan perlengkapan kegiatan bakti sosial di Kepulauan Seribu untuk besok (14/3).

Kapal yang memperkuat TNI AD sejak 2014 itu bertolak dari Dermaga Batalyon Air 4, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Bersama KMC Komando AD-04-15, kapal itu berangkat sekitar pukul 06.45 WIB.

”Jumlah personel sebanyak 115 orang (diangkut, Red) menggunakan dua kapal,” ujar Kristomei.

Di tengah perjalanan, sambung dia, KMC Komando AD-16-05 mengalami gangguan mesin hingga tidak dapat berfungsi sebagai mana mestinya.

Atas kondisi tersebut, 65 prajurit yang diangkut menggunakan KMC Komando AD-16-05 dipindah ke KMC Komando AD-05-15.

”Dalam pemindahan personel memang situasi dan cuaca tidak baik,” terang Kristomei.

Berdasar video tenggelamnya KMC Komando AD-16-05 yang beredar di media sosial, masih ada personel yang belum selesai dievakuasi ketika kapal tersebut mulai tenggelam. Namun, mereka berhasil diselamatkan.

Kristomei menuturkan, proses evakuasi turut melibatkan satu unit kapal dari Kepulauan Seribu. Dia memastikan, tidak satu pun dari 65 prajurit di KMC Komando AD-16-05 yang harus dibawa ke rumah sakit. ”Nggak ada,” tandasnya.

Bahkan, kecelakaan itu tidak lantas membuat agenda bakti sosial yang sudah disusun oleh Kodam Jayakarta batal terselenggara.

Menurut dia, agenda tersebut bakal tetap berlangsung sesuai rencana. ”Kasihan masyarakat sudah menunggu,” tambah dia.

Meski demikian, Kristomei tidak menapik bahwa instansinya menyesalkan insiden tersebut. Karena itu, Kodam Jayakarta langsung membentuk tim untuk menginvestigasi kecelakaan itu.

”Untuk melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kecelakaan secara rinci,” jelasnya.

Ini termasuk soal potensi pelanggaran prosedur penggunaan alutsista buatan dalam negeri itu. Sebab, dari data yang diterima daya angkut kapal tersebut tidak lebih dari 34 orang.

Sementara saat kecelakaan terjadi, kapal yang tenggelam kemarin mengangkut 65 prajurit. Berkaitan dengan hal itu, Kristomei belum bisa memberikan keterangan.

Menurut dia, itu bakal terungkap pasca investigasi selesai. Sampai kemarin sore, Kristomei menyebutkan, kapal tersebut belum dievakuasi.

”Masih di lokasi tenggelam,” ujarnya. Instansinya belum mengambil keputusan kapan kapal tersebut dievakuasi.

Menurut pengamat militer Khairul Fahmi, KMC Komando AD-16-05 merupakan salah satu alutsista yang dibuat oleh PT Tesco Indomaritim.

Daya angkutnya sebanyak tiga awak kapal plus 31 penumpang. ”Kegagalan mesin (gangguan mesin, Red) bisa disebabkan oleh over capacity,” ujarnya.

Karena itu, pria yang akrab dipanggil Khairul tersebut menduga bahwa pemicu terjadinya gangguan mesin pada kapal tersebut adalah jumlah awak dan penumpang yang diangkut jauh di atas kapasitas.

Khairul berharap besar insiden tersebut menjadi atensi TNI AD. Apalagi jika mengingat kecelakaan melibatkan alutsista yang mereka miliki bukan kali pertama terjadi.

Bahkan, akhir pekan lalu kecelakaan alutsista TNI AD menyebabkan dua nyawa melayang. ”Tentu diperlukan investigasi yang serius,” ujarnya.

Mengingat pengadaan alutsista tersebut sudah melalui uji kelayakan dan dioperasikan oleh personel yang kompeten.

Kemudian perlu juga dipastikan tata kelola alutsista tersebut. Apakah perawatan dan pemeliharaannya dilakukan sesuai kebutuhan dan ketentuan atau tidak.

”Setidaknya ada dua aspek perawatan. Yaitu aspek fisik mekanik dan sistem pengendali,” ungkap Khairul.

Sayang, saat awak media menanyakan soal kecelakaan melibatkan alutsista yang terjadi beberapa hari belakangan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto enggan menjawab.

Terpisah, Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari menyampaikan duka cita atas kecelakaan laut KMC Komando AD-16-05 milik Kodam Jayakarta yang tenggelam di Kepulauan Seribu. Kharis berharap peristiwa ini tak terulang lagi.

”Semoga segera dan cepat di berikan pertolongan, Saya harap ada investigasi mendalam kenapa terjadi. apakah faktor alam atau apa, harapan saya tak terulang lagi,” ujarnya.

Abdul merasa prihatin atas musibah ini, dalam beberapa hari sudah dua musibah yang menghampiri. Sebelum insiden kapal, satu unit tank M113 milik TNI AD tenggelam di Sungai Bogowonto, Purworejo.

”Perlu segera dilakukan pengecekan menyeluruh dan terintegrasi semua alutsista  TNI,” kata Kharis.

Ketua DPR Bambang Soesatyo juga menyampaikan duka yang mendalam atas insiden yang menimpa korps TNI. Bambang mendorong agar Komisi I DPR segera meminta penjelasan Panglima TNI terkait penggunaan alutsista.

Dalam kasus tank, laporan yang muncul bahwa alutsista itu digunakan untuk kebutuhan wisata.

”Itu tidak sesuai dengan peruntukan sebenarnya, dan kami minta dilakukan uji kelayakan berkala terhadap seluruh alutsista yang ada, jika perlu peremajaan,” ujarnya. (bay/syn)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!