Ini Penuturan Saksi Hidup soal Bangkai Pesawat Merpati di Gorontalo – Fajar Trend
Update

Ini Penuturan Saksi Hidup soal Bangkai Pesawat Merpati di Gorontalo

Foto pesawat Merpati Nusantara Airlines yang melakukan pendaratann darurat di hutan Gorontalo, 1991 silam. - Gorontalo Post

FAJAR TREND – Baru-baru ini, masyarakat Gorontalo dihebohkan oleh penemuan bangkai pesawat di tengah hutan.

Bangkai pesawat tersebut diketahui milik Merpati Nusantara Airlines. Hal tersebut diketahui dari logo ‘Merpati’ yang terlihat di ekor pesawat.

Berdasarkan penelusuran Gorontalo Post, Kamis (8/3), pesawat Casa 212 tipe 200 nomor penerbangan MZ 7970 itu lepas landas dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada 30 Januari 1991.

Itu berarti, bangkai pesawat tersebut terbengkalai selama 27 tahun tanpa ada evakuasi dari tim penyelamat.

Salah satu korban dalam pesawat itu, Erwin Giasi menyebutkan, pesawat melakukan pendaratan sekitar 15 menit sebelum tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo.

“Kabut tebal, tiba-tiba pesawat berguncang hebat. Padahal kata pilot kami segera mendarat. Tapi tiba-tiba kami celaka,” kata Erwin.

Pesawat mendarat darurat di atas pohon di hutan Pegunungan Tihengo, Hulu Atinggola yang berbatasan dengan Bolaang Mongondow Utara dan Bulango Ulu, Bone Bolango.

Menurut Erwin, tim SAR baru berhasil melakukan evakuasi korban pesawat nahas itu setelah enam hari pasca jatuhnya pesawat.

Saat itu, korban dievakuasi ke posko di Desa Tuntung, Bolaang Mongondow Utara dan diterbangkan dengan helikopter super puma milik TNI AU ke gelanggang.

Tidak ada yang meninggal akibat insiden tersebut. Sebanyak 18 penumpang dan tiga kru seluruhnya selamat.

“Pak Tomy Sako, ia meninggal karena asma dan usianya memang sudah tua 70 tahun,” kata Erwin.

(jpc/riz/fajar)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!