Salah Kaprah! Sebenarnya Hari Valentine Dirayakan Tanggal 3 Mei, Bukan 14 Februari – Fajar Trend
Google Trend

Salah Kaprah! Sebenarnya Hari Valentine Dirayakan Tanggal 3 Mei, Bukan 14 Februari

Ilustrasi Valentine. - Net

FAJAR TREND – Tepat hari ini, Rabu 14 Februari 2017, masyarakat di seluruh dunia merayakan hari valentine

Hari valentine dirayakan dengan ungkapan kasih kepada orang-orang yang kita cintai, khususnya kekasih, serta dipenuhi dengan rasa suka cita dan kegembiraan.

Bunga, cokelat dan makan malam romantis berhias nyala lilin biasanya menjadi alternatif banyak pasangan untuk merayakan hari penuh kasih sayang tersebut.

Namun, jika kita menilik ke belakang, ironisnya hari valentine memiliki sejarah yang kelam.

Dikutip dari LiveScience, ada tiga pria bernama Valentine yang tewas secara mengenaskan selama pemerintahan Kekaisaran Claudius II, tahun 200 masehi silam.

Valentine pertama adalah seorang imam di Kekaisaran Romawi, asal Roma, yang kerap membantu orang-orang teraniaya.

Claudius II melihat kebaikan Valentine itu sebagai bentuk penghinaan terhadapnya. Maka, ia mengutus anak buahnya untuk memenjarakan Valentine.

Jeruji besi tak membuat niat Valentine untuk membantu sesama padam, justru makin kuat. Terbukti, di sana ia mengembalikan penglihatan seorang gadis yang buta.

Lantaran kebaikan Valentine yang begitu tulus, gadis itu jatuh cinta dengannya.

Nahasnya, ternyata hukuman Valentine bukan hanya dijebloskan di penjara, namun ia juga menerima hukuman mati.

Valentine lalu dieksekusi dengan cara dipenggal pada 14 Februari.

Valentine kedua ialah seorang uskup dari Terni. Ia juga disiksa dan dieksekusi mati layaknya Valentine pertama oleh kekaisaran Claudius II pada 14 Februari, di tahun yang berbeda.

Sementara, Valentine ketiga berasal dari Genoa. Ia menentang aturan pernikahan yang dikeluarkan Claudius II. Ia lalu kemudian dijebloskan ke penjara dan juga dieksekusi tanggal 3 Mei.

Selama di penjara, legenda menyebut bahwa Valentine ketiga jatuh cinta dengan putri kasiar yang memenjarakannya. Sebelum dieksekusi secara sadis, ia membuat surat cinta untuk gadis tersebut, yang ditutup dengan kalimat, “Dari Valentine-mu.”

ANTARA 14 FEBRUARI DAN CINTA

Terlepas dari legenda kelam tadi, keterkaitan antara Valentine dan cinta baru muncul jauh setelah ketiganya dieksekusi.

Dalam puisi yang berjudul Parliament of Fowls (1382) karya seorang penyair dan penulis buku terkenal asal Inggris Geoffrey Chaucer, Valentine sejatinya dirayakan sebagai hari pertunangan Raja Richard II.

Menurut puisi itu, Valentine dirayakan pada 3 Mei, bukan 14 Februari.

“Itu adalah hari di mana semua burung memilih pasangannya dalam setahun,” ujar Andy Kelly, ahli Bahasa Inggris dari University of California, Los Angeles, penulis buku ‘Chaucer and Cult of St Valentine‘.

“Tak lama setelahnya, dalam satu generasi, orang-orang mengambil ide untuk merayakan valentine sebagai hari kasih sayang,” tambahnya.

Valentine yang menjadi referensi puisi Chauver mungkin adalah Valentine ketiga dari Genoa, yang dieksekusi pada 3 Mei.

Tetapi, orang-orang Eropa pada saat itu tidak begitu familiar dengan sosok Valentine dari Genoa, mereka justru lebih akrab dengan legenda Valentine dari Roma dan Terin yang dieksekusi pada 14 Februari, lalu lantas dikaitkan dengan cinta. (riz/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!