Hari Pers Nasional, Jurnalisme Online Jadi Cambuk Buat Wartawan Cetak – Fajar Trend
Google Trend

Hari Pers Nasional, Jurnalisme Online Jadi Cambuk Buat Wartawan Cetak

Dahlan Iskan. - Ist

FAJAR TREND – Para peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Dahlan Iskan didaulat menjadi salah pembicara pada Konvensi Nasional Media Massa di Hotel Grand Inna, Padang, Kamis (8/2).

Dia menekankan, pada saat media online semakin menjamur, jurnalis surat kabar memiliki tantangan yang berbeda. Salah satunya adalah menghasilkan karya jurnalistik yang indah. Pesan Dahlan itu sekaligus menjawab beberapa pertanyaan mengenai eksistensi jurnalis surat kabar pascarevolusi digital terjadi.

Menurut Dahlan, surat kabar memiliki kelemahan dalam hal kecepatan pemberitaan. Karena itu, jurnalis surat kabar harus lebih tertantang membuat karya jurnalistik yang indah. “Sebab, karya jurnalistik yang biasa-biasa saja kan sudah bisa didapat di online yang lebih cepat,” ujar Menteri BUMN periode 2011-2014 itu.

Untuk menghasilkan karya jurnalistik yang indah, Dahlan memberikan tip sederhana. Yakni, rajin-rajinlah membaca novel yang baik. “Saya sampai hari ini, setiap bulan setidaknya membaca satu novel. Dari sana bisa mendapatkan inspirasi menulis yang baik,” terang pria yang turut mendorong lahirnya semangat pengembangan mobil listrik di Indonesia itu.

Dahlan juga menyoroti mudahnya mendirikan media online di Indonesia saat ini. Dia pun berpesan agar produk yang dihasilkan media-media tersebut tidak melanggar kode etik.

“Yang penting niatnya baik, untuk menghidupi anak, istri, dan keluarga, menjaga eksistensi diri sebagai wartawan. Dan jangan memeras,” tegasnya.

Selain Dahlan, Konvensi Nasional Media Massa kemarin dihadiri Menteri Kominfo Rudiantara dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa pers menjadi salah satu pemangku kepentingan dan aktor dominan dalam proses pembangunan negara.

“Pemerintah menggunakan pers untuk menyalurkan informasi dan mengedukasi serta menyampaikan program-program pembangunan oleh pemerintah,” kata perempuan yang pernah menjabat direktur Bank Dunia tersebut.

(ril/gun/c10/fat)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!