Dipenuhi dengan Hal Mistis, Pria Ini Mengaku Sering Kunjungi Kota Saranjana – Fajar Trend
Google Trend

Dipenuhi dengan Hal Mistis, Pria Ini Mengaku Sering Kunjungi Kota Saranjana

Ilustrasi Kota Saranjana. - Ist

FAJAR TREND – Kota bernama Saranjana yang konon terletak di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), dikenal penuh dengan hal-hal mistis. Warga sekitar tahu persis soal insiden-insiden di luar nalar yang terjadi di kota tersebut.

Termasuk Pua Leba (57), warga Desa Tanjung Lalak Utara, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kotabaru, Kalsel. Pria paruh baya tersebut terkenal lantaran dirinya sering mengunjungi Kota Saranjana.

“Kalau jalan sama Bapak hati-hati. Dia sering hilang-hilang mendadak,” kata anak Pua Leba, dikutip dari Radar Banjarmasin, Senin (5/2/2018).

Pua Leba (57) sang pelancong. Dirinya mengaku sering keluar masuk Kota Saranjana yang dikenal penuh dengan hal-hal mistis. – Radar Banjarmasin

Menurut penuturan Pua Leba, awal mula bisa keluar masuk Kota Saranjana, lantaran sebilah mandau. Mandau tersebut milik sang paman, yang konon merupakan senjata komando di Kota Saranjana. Berkat mandau itu, dirinya dapat melihat hal-hal mistis, termasuk Kota Saranjana.

“Rata-rata (orang) Banjar di sana. Tapi ada juga Mandar, Jawa, ya macam-macam suku,” ungkapnya.

Ia juga mengaku akan dijemput oleh tokoh Kota Saranjana menggunakan mobil pada malam-malam tertentu.

“Bagus mobilnya, kalau nggak warna merah biasanya warna kuning,” tuturnya.

Awalnya, banyak orang yang tak percaya dengan pengakuannya soal Kota Saranjana. Pua Leba coba mengajak sejumlah orang untuk membuktikan ada kota bernama Saranjana. Sayang, belum ada satu orang pun yang dapat melihat kota yang dimaksud.

“Kalau mau ayo kuantar ke sana, tapi pagi saja ke sana. Kalau memang beruntung nanti bisa melihat kotanya,” tutur Pua Leba menirukan ajakannya waktu itu.

Menurutnya, warga Saranjana tak berbeda dengan manusia pada umumnya. Mereka makan nasi dan minum kopi, bahkan ada yang merokok juga.

“Mereka belinya di kota kita juga. Tak ketahuan mereka kalau belanja karena sama saja dengan kita mukanya,” tambahnya.

Keunikan lainnya, kata Pua Leba, beberapa anak dari Kota Saranjana memilih sekolah di alam nyata. Bahkan, ada juga yang bersekolah di Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, tempat tinggalnya.

“Bapaknya pernah datang dari Saranjana bilang ke saya tolong jaga anaknya yang sekolah di sini,” ceritanya.

Walau sering keluar masuk Kota Saranjana, Pua Leba tidak pernah makan dan minum di sana, hanya jalan-jalan saja. Sebab, jika sekali melahap jamuan di sana, akan sulit untuk kembali ke alam nyata.

“Dulu ada warga Tanjung Lalak yang tinggal di alam gaib, kawin, punya anak di Saranjana gara-gara makan di sana,” kenangnya.

Kini, Pua Leba sering dimintai bantuan oleh warga untuk mencarikan barang yang hilang. Karena, ia mengaku bisa menemukan barang tersebut atas bantuan sahabatnya di Kota Saranjana.

“Dulu ada yang hilang mobilnya, saya minta tolong kawan di Saranjana. Tak lama saya dibilangin kalau mobilnya sudah dibawa ke bengkel di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Saya telpon orang yang hilang mobilnya itu, saya suruh dia ke bengkel. Ternyata di bengkel orang-orang sudah ribut, ditanya ada apa, katanya tiba-tiba ada mobil jalan ke bengkel padahal tidak ada pengemudinya,” pungkasnya. (zal/riz/fajar)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!