Oh.. Ternyata Begini Prosedur Transplantasi Penyakit Lupus Selena Gomez – Hacked by TryDee
Google Trend

Oh.. Ternyata Begini Prosedur Transplantasi Penyakit Lupus Selena Gomez

Ilustrasi donor organ tubuh - Shutterstock

FAJAR TREND – Penyakit lupus beberapa waktu belakangan berhasil menyita perhatian publik tanah air.

Terbukti, penyakit inflamasi kronis tersebut bertengger di posisi kedua hasil pencarian Google Indonesia dengan kata kunci “Penyakit Lupus”, dengan catatan lebih dari 20 ribu penelusuran.

Semua lantaran penyanyi asal Amerika Serikat (AS), Selena Gomez, yang tengah mengidap penyakit lupus.

Ia pun baru saja melewati rangkaian operasi transplantasi ginjal yang didonorkan sahabatnya sesama Artis, Francia Raisa, untuk membantu penyembuhan, Kamis (13/9) waktu setempat.

Selena merupakan salah satu pasien beruntung yang memiliki teman atau anggota keluarga dengan kecocokan organ tubuh, serta bersedia mendonorkannya.

Teman atau saudara yang ingin mendonorkan organ tubuh mereka, tidak perlu menunggu daftar tunggu nasional. Praktik ini umum terjadi di AS.

Namun, bagi pasien yang tidak seberuntung Selena, proses transplantasi organ tubuh akan lebih rumit.

Menurut Division of Transplantation AS, pasien yang membutuhkan organ baru terlebih dahulu harus mendapat rujukan dari dokter yang merawat, untuk mengadakan pertemuan dengan rumah sakit transplantasi organ.

Jika pasien dinyatakan layak dari segi fisik dan psikologis untuk menjalani rangkaian operasi sulit, mereka akan dimasukkan ke dalam daftar tunggu nasional.

Organ Procurement and Transplant Network (OPTN) dan United Network for Organ Sharing (UNOS) kemudian menyeleksi organ tubuh yang cocok antara pasien dan pendonor.

Organ tersebut dikatakan cocok apabila telah melewati seleksi berdasarkan kebutuhan, riwayat medis, tinggi badan, berat badan, dan bahkan gaya hidup mereka.

“Ketika organ tersedia, daftar mengenai itu keluar dari sistem kami. Kami menganalisa informasi tentang pendonor, pasien, lalu organ terbaik ditemukan,” ujar seorang analis sistem UNOS, dilansir dari CBS Los Angeles.

“Semakin banyak organ donor yang kita miliki, semakin banyak daftar yang bisa dihasilkan, semakin banyak transplantasi yang dilakukan, semakin banyak pula kehidupan yang diselamatkan,” pungkasnya. (riz/fajar)

loading...
Click to comment

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!