Hari Raya Waisak, Pemerintah Beri Remisi untuk 678 Napi – Fajar Trend
Google Trend

Hari Raya Waisak, Pemerintah Beri Remisi untuk 678 Napi

Ilustrasi

FAJAR TREND – Bertepatan pada Hari Raya Waisak, Kamis (11/5), pemerintah memberikan remisi atau potongan masa hukuman khusus kepada 678 narapidana beragama Budha.

Kasubag Humas dan Publikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM, Syarpani mengatakan, total napi beragama Budha di seluruh Indonesia 1.769 orang.

“Untuk pemberian remisi Khusus ini terdiri dari dua kategori,” kata Syarpani dalam rilisnya kepada wartawan.

Kategori pertama yaitu Remisi Khusus (RK) 1 kepada narapidana yang setelah mendapatkannya masih menjalani sisa pidana sebanyak 655 orang.

Sementara kategori kedua (RK) 2 adalah napi yang langsung bebas usai mendapatkan remisi berjumlah 23 orang.

Menurut Syarpani, penerima remisi terbanyak dari Kantor Wilayah KemenkumHAM Sumatera Utara dengan jumlah 170 narapidana.

Rinciannya, 169 orang menerima RK1 dan 1 orang menerima RK2.

Sementara di urutan kedua yaitu Kantor Wilayah Banten sejumlah 82 narapidana. Dengan rincian 78 orang RK1 dan 4 orang RK2.

Kemudian urutan ketiga ditempati Kantor Wilayah Kalimantan Barat dengan 67 narapidana.

Dengan rincian 65 orang penerima RK1 dan 2 orang penerima RK2.

Sementara itu, Dirjen PAS I Wayan Kusmiantha Dusak mengatakan, remisi di Hari Raya Waisak tahun 2017 ini merupakan momen yang dinantikan oleh narapidana yang beragama Budha di seluruh Indonesia.

Dusak menjelaskan, pemberian pemisi atau pengurangan masa pidana sebagaimana diatur dalam UU RI No. 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan; PP No. 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012;  serta Kepres No. 174  Tahun 1999 tentang Remisi.

Menurut dia, semua WBP yang diberikan remisi dipastikan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Remisi Khusus Hari Raya Waisak diberikan kepada narapidana beragama Budha yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Diantaranya adalah persyaratan telah menjalani pidana minimal enam bulan dan tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), serta turut aktif mengikuti program pembinaan di Lapas / Rutan. Diharapkan dengan pemberian remisi ini para WBP dapat lebih introspeksi menyadari kesalahannya sehingga merubah perilaku menjadi lebih baik,” papar Dusak.

Diketahui, jumlah penghuni Lapas dan Rutan di Seluruh Indonesia per tanggal 10 Mei 2017 adalah 219.832 orang. Dengan rincian narapidana sebanyak 149.648 orang dan tahanan sebanyak 70.184 orang. (jpg/fajar)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!