Meski Diciduk Polisi, Ki Gendeng Pamungkas Tidak Menyesal – Fajar Trend
Google Trend

Meski Diciduk Polisi, Ki Gendeng Pamungkas Tidak Menyesal

Ki Gendeng Pamungkas di Mapolda Metro Jaya - Jawapos

FAJAR TREND – Meski telah ditangkap aparat Polda Metro Jaya, paranormal Ki Gendeng Pamungkas tidak menyesali perbuatannya yang melakukan kebencian dan/atau rasa benci kepada orang karena perbedaan ras dan etnis.

“Enggak (menyesal). (Tujuan saya) Ingin kembali ke UUD 1945 yang asli” kata dia di Polda Metro Jaya, Rabu (10/5).

Adapun yang menjadi alasannya itu yakni ingin menyesuaikan dengan serat Jayabaya. Kendati demikian, Ki Gendeng membantah tindakannya itu ditujukan pasangan calon guberrnur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Sebab perbuatannya itu dilakukan sudah lama, jauh sebelum Pilkada DKI Jakarta. “Enggak, dari dulu memang sudah lama,” katanya.

Akan tetapi, dia menegaskan kenapa membenci kaum Tionghoa, karena etnis itu dianggapnya memiliki moral yang tidak baik. “Moral orang Cina lah,” cetusnya.

Sementara untuk senjata airsoft gun yang turut disita dari kediamannya, Ki Gendeng mengaku benda itu telah lama rusak. “Itu airsoft gun udah rusak sejak 15 tahun yang lalu. Sudah lama rusak dulu ikut klub airsoft gun,” bebernya.

Lalu untuk gambar di baju yang menjadi barang bukti penodaan etnis tertentu itu, Ki Gendeng mengkau benda itu dicetak sendiri  karena memiliki konveksi.

Sebelumnya polisi menyita sejumalah barang bukti dari rumah tersangka. Barang bukti yang disita adalah 1 HP Samsung yg digunakan untuk merekam dan menyimpan video, jacket jeans bertuliskan Fight Against Cina.

Selain itu, disita 67 lembar baju kaos bertuliskan anti Cina, 1 buah bangku warna coklat muda yang digunakan untuk duduk dalam video, dan 1 topi front pribumi warna hitam yang digunakan dalam video.

Disita juga 4 pisau sangkur, 2 buah airsoft gun, DVR (recorder) CCTV, 1 unit CPU, dan berbagai berbagai sticker dan badge bertuliskan anticina.

Polisi menyangkakan dengan dugaan Pasal 4 huruf b Jo Pasal 16 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 156 KUHP. (jpg/fajar)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!