Vonis Ahok Disorot Dunia, Ini yang Disebut “Ujian untuk Indonesia” – Hacked by TryDee
Google Trend

Vonis Ahok Disorot Dunia, Ini yang Disebut “Ujian untuk Indonesia”

bay ismoyo/afp

FAJAR TREND – Vonis dua tahun penjara terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), atas kasus penodaan agama yang menjeratnya menjadi sorotan banyak pihak.

Tak hanya dari dalam negeri, perhatian juga datang dari media-media asing kelas atas.

Tercatat media sekelas BBC News, CNN, hingga The Guardian memberitakan putusan vonis Ahok.

Mereka menyoroti kinerja hakim yang memvonis Ahok lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

BBC News

Media asal Inggris, BBC News, menulis berita dengan judul, “Gubernur DKI Jakarta Ahok dinyatakan bersalah melakukan penodaan (agama)”.

Tak hanya menyoroti putusan hakim, BBC juga mengatakan kasus Ahok sebagai ujian toleransi beragama di Indonesia.

“Kasusnya dilihat sebagai ujian toleransi beragama di negara tersebut,” tulis BBC.

CNN

Tak berbeda dari BBC, CNN juga menyoroti vonis Ahok yang lebih berat dari tuntutan JPU.

Media asal Amerika Serikat itu mengutip pernyataan Profesor Politik Indonesia Australian National University, Greg Fealy, yang menyebut aksi damai umat Muslim menjadi pertimbangan putusan pengadilan.

“Fakta bahwa Ahok divonis bersalah diakibatkan dari demonstrasi besar-besaran yang membuat pemerintah takut untuk mengambil keputusan,” ujar Greg.

The Guardian

The Guardian mengaitkan putusan bersalah Ahok dengan toleransi dan pluralisme di Indonesia, yang dikenal sebagai negara Muslim terbesar di dunia.

“…dalam sebuah persidangan yang secara umum dilihat sebagai ujian toleransi beragama dan pluralisme di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia,” tulis The Guardian.

Mereka juga mengutip perkataan pengacara Todung Mulya Lubis yang menyebut Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, tak bisa dijadikan saksi ahli di persidangan.

“Rizieq Shihab tidak dapat dijadikan sebagai saksi ahli karena ia secara terbuka menuduh Ahok melakukan penodaan agama. Jadi ia bukan lagi saksi ahli yang independen dan netral. Tapi hakim menyebut namanya dalam penilaian mereka dan saya pikir ini tidak benar,” ujar Todung. (riz/fajar)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!