Kabar Terakhir Dona Si Wanita Pengendara Motor Tanpa Busana – Fajar Trend
Update

Kabar Terakhir Dona Si Wanita Pengendara Motor Tanpa Busana

Pengendara mobil mengabadikan Rus alias Dona yang mengendarai sepeda motor tanpa busana di Jalan Ahmad Yani II, Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu (15/1). (NETIZEN FOR RAKYAT KALBAR)

FAJAR TREND – Masih ingat dengan wanita yang mengendarai sepeda motor menuju Bandara Internasional Supadio, Pontianak, tanpa mengenakan sehelai benangpun beberapa waktu lalu?

Saat ini, wanita bernama Rusmiati alias Dona itu sudah kembali ke Sukabumi, Jawa Barat.

Wanita 27 tahun itu terbebas dari jeratan hukum karena dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

“Penyidikan terhadap Dona kami hentikan atau SP3 (Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan),” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean, Jumat (3/2).

SP3 tersebut, kata Andi, menyusul adanya surat pemberitahuan dari tim medis Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSUD) Sungai Bangkong.

Berdasarkan hasil observasi pemeriksaan psikologi, Dona memiliki kemampuan umum di bawah rata-rata kelompok umurnya.

Dona juga mengalami indikasi trauma kekerasan fisik dan mental.

Selain itu, dia juga mengalami penurunan kemampuan mental yang menjadikan arus pikirannya terputus.

Hal itu mengakibatkan inkoherensi atau pembicaraan yang tidak relevan.

Seperti pada saat menjawab pertanyaan dengan baik-baik dan lancar, walaupun isi pembicaraan terkadang menyimpang dari topik (inkoheren).

Trauma kekerasan fisik dan mental yang dialami Dona berjalan lebih dari enam bulan.

Dona merasa hidupnya dalam keadaan kecemasan yang tinggi.

Akibatnya, dia bertindak tanpa memperhitungkan akibatnya.

Selain itu, Dona merasa bersalah yang mendalam terkait pekerjaan yang sedang dijalaninya.

“Kesimpulan akhir berdasarkan hasil observasi dan psikotes proyeksi uji mentalis, Dona terindikasi mengalami gangguan jiwa skizoafektif tipe depresif. Yaitu suatu diagnosis gangguan kejiwaan yang termasuk diagnosa sakit jiwa,” jelas Andi.

Jika Dona tidak dinyatakan gila, kepolisian sudah menyiapkan pasal 281 tentang Kejahatan Kesusilaaan untuk menjeratnya.“Dengan adanya surat keterangan gangguan jiwa ini, proses penyidikan yang kami lakukan akan dihentikan atau SP3,” tegas Andi. (Fajar/JPNN)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!