Maraknya Threesome dan Gangbang Dinilai Sebagai Akibat Lunturnya Norma Sosial – Fajar Trend
Gaya Hidup

Maraknya Threesome dan Gangbang Dinilai Sebagai Akibat Lunturnya Norma Sosial

ilustrasi

FAJAR TREND – Seiring berkembangnya zaman, aktivitas prostitusi kini merambah ke dunia digital. Salah satunya prostitusi online yang belakangan ini menjadi buah bibir masyarakat luas.

Maraknya persaingan, membuat pengelola jasa kepuasan itu harus putar otak demi menarik minat pelanggan. Maka, kini mulai bertebaran tawaran seks nyeleneh ala threesome (main bertiga), atau gangbang (main keroyokan).

Namun, maraknya aktivitas seks nyeleneh tersebut ditengarai akibat lunturnya nilai-nilai dan norma sosial yang biasanya dipegang teguh di masyarakat.

Lemahnya norma ini ditambah oleh unsur kesenangan dan hiburan yang mengaburkan adanya unsur penyimpangan seksual itu sendiri.

Sosiolog dari FISIP Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group) menyatakan bahwa fenomena penyimpangan seksual seperti threesome atau gangbang memang sudah pernah ada sebelumnya.

Istilah orgy party atau yang saat ini lebih dikenal dengan threesome merupakan bentuk penyimpangan seksual yang dialami sejumlah individu.

Seperti halnya juga sadomasokis atau penyimpangan kenikmatan seksual yang dilakukan dengan memberikan rasa sakit atau siksaan kepada pasangan.

“Orgy party atau sadomasokis bukan hal yang baru. Namun, menjadi menarik di sini ketika hal ini muncul di tengah-tengah maraknya prostitusi konvensional. Hal ini terjadi lantaran proses komodifikasi seksual,” kata Bagong.

Menurut Bagong, keberanian dari para pelakunya lebih disebabkan oleh dorongan komodifikasi seksual, atau kegiatan seksual menyimpang yang diperdagangkan.

Hal tersebut juga tak lepas dari berkembangnya gaya hidup atau hiburan di tengah masyarakat yang melupakan unsur penyimpangan di dalamnya.

Bagong mencontohkan maraknya isu film kontroversial berjudul “Fifty Shades of Grey” yang begitu ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.

Padahal di balik film tersebut, tersimpan unsur penyimpangan seksual yang sejatinya tabu, yakni sadomasokis. (Fajar/JPNN)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!