Layakkah Ezra Walian Dinaturalisasi? Simak Empat Pertimbangannya – Fajar Trend
Google Trend

Layakkah Ezra Walian Dinaturalisasi? Simak Empat Pertimbangannya

instagram

FAJAR TREND – Ezra Walian telah lama menunjukkan ketertarikannya untuk berkostum timnas Indonesia. Mulai dari secara terang-terangan, maupun lewat sinyal-sinyal dukungan.

Selain Radja Nainggolan, pada Piala AFF 2016 lalu, Ezra melalui akun Instagram-nya kerap memberikan dukungan kepada Indonesia.

Lalu baru-baru ini, seusai bermain di laga eksibisi bersama tim Munial Sport Group (MSG) di Cijantung, Jakarta Timur, Ezra secara terang-terangan menyatakan mimpinya untuk membela timnas.

“Ya, jika memang kesempatan untuk (naturalisasi) itu datang, tentu akan menjadi mimpi yang berbuah kenyataan,” kata Ezra kepada wartawam, Kamis (29/12).

Namun ada beberapa fakta yang bisa membuatnya layak berkostum timnas, dan ada juga fakta yang menunjukkan kualitasnya bisa saja masih kalah dengan pemain timnas saat ini. Berikut di antaranya.

1. Pernah Memperkuat Timnas U-17 Belanda

Pemain berdarah Manado-Belanda itu memiliki caps atau pertandingan bersama timnas Belanda U-17. Namun, caps-nya tak begitu banyak, hanya dua laga. Itupun sebagai pemain pengganti, bukan pemai inti. Namun, dalam salah satu laga melawan San Marino, tim terlemah di Eropa, dia mampu mencetak lima gol meski baru masuk sebagai pemain pengganti menit ke-40.

2. Berposisi Sama dengan Stok Pemain Bagus di Indonesia

Ezra saat ini memperkuat Jong Ajax Amterdam atau Ajax II di Eerste Divisie, kompetisi kasta kedua Belanda. Dia berposisi sebagai striker tunggal, ataupun striker sayap. Melihat posisi mainnya saat ini, dia lebih banyak turun di posisi striker sayap, atau wing. Posisi tersebut seperti posisi kebanyakan pemain yang dimiliki oleh Indonesia. Dengan kaki kanan, bisa saja dia masih kalah cepat dengan pemain U-19 yang saat ini banyak dimiliki klub Indonesia.

3. Bermain di Eropa, Klub Bakal Sulit Melepas

Seperti yang sudah-sudah, permasalahan pemanggilan pemain ke Timnas saat pemain tersebut merumput di Eropa kerap terjadi. Ini yang pernah dialami Stefano Lilipaly, yang enggan melepas pemainnya ke skuat Garuda saat SEA Games 2013 lalu. Itu juga sempat dialami saat masa persiapan Timnas, pada piala AFF 2014 dan 2016 lalu.

Melihat kebiasaan klub Eropa yang enggan melepas pemain ke Timnas kalau tidak sedang laga kelas A atau pertandingan wajib FIFA Matchday, peluang memanggil Ezra dalam TC jangka panjang bakal berat.

4. Memiliki Mental dan DNA Juara

Ezra bisa masuk dalam proyeksi skuat juara Timnas SEA Games 2017 ataupun skuat Asian Games 2018. Selain usianya masih di bawah 20 tahun, dia juga pernah juara bersama Timnas muda Ajax, yakni pada musim 2014, 2015, dan 2016. Mental dan pengalaman juaranya, bisa menjadi nilai plus untuk Indonesia. (fajar/jpnn)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!