Berikut Enam Rangkuman Kabar Terakhir Tragedi Pembunuhan dan Perampokan Sadis Pulomas – Fajar Trend
Google Trend

Berikut Enam Rangkuman Kabar Terakhir Tragedi Pembunuhan dan Perampokan Sadis Pulomas

Dodi (kiri) dan anaknya (kedua dari kiri) yang menjadi korban tewas pembunuhan sadis pulomas - instagram

FAJAR TREND – Setelah melakukan serangkaian identifikasi, aparat kepolisian akhirnya dapat meringkus pelaku perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, Rabu (28/12).

Dua orang pelaku berhasil ditangkap di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Sedangkan, dua pelaku lainnya berhasil meloloskan diri.

Diketahui, dua pelaku yang berhasil ditangkap teridentifikasi bernama Ramlan Butar Butar dan Erwin Situmorang.

Tragedi yang merenggut enam dari 11 nyawa korban termasuk Dedi Triono (59) ini memang sadis, dan menjadi perhatian masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Para korban disekap di dalam kamar mandi seluas 2 x 1 meter.

Berikut enam rangkuman kabar terakhir mengenai tragedi ini, dilansir dari Jawapos.com:

1. Sebelum disekap, korban ditusuk dan disetrum

Enam korban tewas yang berhasil diidentifikasi adalah Dodi Triono (59), Dodi Triono (59), Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amel, serta dua sopir bernama Yanto.

Sedangkan Tasrok sang sopir masih sempat selamat. Tapi akhirnya meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit.

Di lokasi, khususnya di tubuh Dodi, polisi mendapati luka tusuk dan badannya seperti tersetrum. Ia juga yang terparah keadaannya karena ditumpuk di paling bawah saat ada di kamar mandi.

Sehingga ada kemungkinan aksi penyentruman dan penusukan terjadi sebelum penyekapan.

2. Pelaku menggunakan golok dan senjata api saat melancarkan aksinya

Informasi menggunakan pistol dan senjata api ini diketahui dari pembantu rumah tangga yang selamat dari insiden itu.

“Keterangan pembantu, ada dua yang menodong korban pakai pistol dan satu lagi bawa golok,” ujar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan di lokasi, Selasa (27/12).

Terbukti, luka tusuk ditemukan di tubuh Dodi yang bekerja sebagai arsitek itu. Namun, tidak ditemukan luka tembak pada jasad koran tewas maupun selamat.

3. Dodi dibunuh saat istri ketiga tengah hamil tua

Sebelumnya, Dodi telah menikah dengan Dewi dan Almyanda Shafira, lalu menceraikan keduanya. Dari dua pernikahannya tersebut, Dodi mendapat enam anak.

Lalu, setahun silam, Dodi dikabarkan menikah siri dengan wanita muda. Beredar kabar, istri ketiga Dodi tengah hamil tua dan tinggal terpisah di apartemen.

Dengan kejadian ini, dipastikan, istri siri Dodi itu menjanda dan anaknya akan lahir tanpa ada ayah.

4. Mudahnya pelaku masuk ke rumah Dodi

Rumah korban sangatlah mewah, dan dipastikan tingkat keamanan sangatlah tinggi. Baik kamera pengintai dan petugas kemanan selalu berjaga.

Namun, pelaku tetap bisa masuk dengan menodongkan senjata api. Dan pelaku nampaknya telah mengetahui kapan jam sepi di kediaman pelaku.

5. Kematian Dodi dan keluarga bukan karena perampokan

Pada awalnya, tersiar kabar bahwa Dodi dan keluarganya meninggal akibat aksi perampokan. Namun, setelah dilakukan olah TKP, ternyata tak ada barang berharga milik korban yang hilang.

Kondisi rumah juga terlihat tak seperti bekas terjadi perampokan. Meski demikian, identifikasi terhadap motif dan modus pelaku masih terus dilakukan.

“Masih pembunuhan yah, karena perampokan bukan karena tak ada barang yang hilang. Tetapi ada korban dan penyekapan,” ujar Kapolres Jakarta Timur Kapolres Jaktim, Kombes M Agung.

6. Dodi bukan orang sembarangan

Penelusuran sementara, Dodi bukan orang asing di lingkungan sekitarnya. Dia seorang kepala RT baik hati meski berasal dari keluarga mampu.

“Pak Dodi (korban) orangnya yang sosialis, sangat bersosialisasi banget. Beliau sering memberikan santunan anak yatim, pengajian, dan acara lainnya, agamanya bagus. Sangat dikenal baik kalau di sini. Orang yang mudah ditemui, dan juga berbaur sama siapa aja. Di lingkungan ini sangat mengenal sosok beliau yang baik,” kata Wiransyah (34), salah satu warga sekitar.

Dodi diketahui seorang pengusaha yang punya background pendidikan arsitek. Bahkan baru-baru ini, Dodi memenangkan tender proyek di kawasan Senayan. Disebut-sebut proyek itu terkait renovasi bangunan Gelora Bung Karno (GBK).

“Dia pimpinan proyek di Senayan,” kata Dewi, kerabat Dodi.

Dia diketahui juga punya hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo yang kala itu masih menjabat sebagai gubernur DKI. Saat itu Jokowi mengajak Dodi makan bersama.

“Pak Jokowi baru jadi gubernur satu bulan saja langsung makan malam sama Pak Dodi, sama saya bareng. Dia dapat ucapan dari Jokowi ‘mas apa yang bisa saya bantu?’. Diundang makan itu dulu sama Pak Dodi. Berarti punya kedekatan kan ya. Saya yakin punya kedekatan,” ujar Ketua RW 16 Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur, Abdul Gani, yang ikut saat proses penyelamatan korban. (elf/fajar/JPG)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!