‘Harapan Itu Ada Pada Dirimu, Joao Mario!’ – Fajar Trend
Bola

‘Harapan Itu Ada Pada Dirimu, Joao Mario!’

pic source: google images

FAJAR TREND – Interisti di seluruh dunia kala itu sedang bergembira menyambut pemain anyar klub kesayangan mereka. Diboyong dengan total harga 45 Juta Euro atau sekitar  672 Milyar Rupiah dari Sporting Clube de Portugal, harapan fans FC Internazionale akan titah juara seakan tumbuh kembali.

Tidak hanya para fans, presiden FC Internazionale, Erick Thohir pun tak dapat menahan kegembiraannya. ‘Kita semua dengan senang hati menyambut Joao Mario di Inter,’ seperti dilansir dari fcinternews.it. Ya, Joao Mario, pemain serba bisa asal Portugal resmi berseragam FC Internazionale.

Kegembiraan fans dan presiden FC Internazionale bukan tanpa alasan. Pasalnya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, I Nerazzurri minim prestasi baik tingkat domestik maupun internasional. Sepanjang musim 2010/2011 hingga 2015/2016, Inter hanya mampu mendulang satu trofi bergengsi.

Tak pelak kedatangan pemain yang mengantar Portugal menjuarai EURO 2016 tersebut menjadi harapan sekaligus mungkin sebagai pelepas dahaga akan hausnya prestasi Inter.

Sejak melakoni debut di lanjutan Serie A pekan ketiga melawan Pescara, perannya tak tergantikan mengawal lini tengah Inter bersama Gary Medel.

Tercatat di dua pertandingan berikutnya ia selalu tampil sejak menit awal dan Inter selalu berhasil memetik kemenangan, termasuk kala berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2-1 di Giuseppe Meazza serta satu assist yang berbuah gol kala bertandang ke markas Empoli.

Pada lanjutan Serie A pekan keenam melawan Bologna, Joao Mario harus menepi lantaran cedera. Di pertandingan tersebut lini tengah Inter seakan tak bernyawa.

Kondogbia yang dipercaya untuk mengisi pos yang ditinggalkan Joao Mario tak bisa berbuat banyak, justru melakukan blunder yang membuat Bologna unggul terlebih dahulu di menit 14 melalui sontekan Mattia Destro yang meneruskan umpan Simone Verdi.

Inter bereaksi cepat, serangan demi serangan dilancarkan anak asuh Frank de Boer. Tak butuh waktu lama, pada menit 37, memanfaatkan umpan lambung Antonio Candreva, Ivan Perisic sukses menyarangkan bola ke gawang Bologna yang dikawal Angelo Da Costa. Skor berubah menjadi 1-1 hingga pertandingan usai.

Memanfaatkan seorang Ever Banega saja tidak cukup untuk memanjakan Mauro Icardi dengan umpan-umpan matang di kotak penalti lawan. Dibutuhkan seorang pemain dengan visi bermain yang tinggi serta kemampuan teknik yang baik untuk mendistribusikan bola dari lini ke lini agar peran Ever Banega lebih ringan dan mampu membantu Icardi melalui tusukan-tusukan ke kotak penalti lawan. Hanya Joao lah sejauh ini pemain yang dapat memenuhi spesifikasi tersebut.

Memang, Inter mempunyai gelandang-gelandang lain sekaliber Geoffrey Kondogbia yang musim lalu dipercaya Roberto Mancini, Felipe Melo yang terkenal agresif, hingga Assane Gnoukouri, yang dilabeli sebagai penerus Yaya Toure di timnas Pantai Gading.

Akan tetapi sejauh ini mereka belum juga menunjukkan performa maksimal.

Frank de Boer patut bersyukur mempunyai seorang Joao Mario di timnya, karena ia dapat melengkapi kepingan puzzle lini tengah Inter yang selama ini hilang entah ke mana selepas kepergian Esteban Cambiasso, Wesley Sneijder, dan Thiago Motta; para pahlawan treble Inter musim 2009/2010 lalu.

Mungkin terlalu dini untuk menilai seberapa jauh kontribusi Joao Mario terhadap lini tengah Inter, belum lagi pentas Serie A yang musim ini baru begulir seumur jagung.

Masih banyak pertandingan yang menanti di depan, dan masih banyak kontribusi yang dapat Joao Mario berikan; entah itu kontribusi positif atau kontribusi negatif, siapa yang tahu?

Berkaca dari tiga pertandingan sebelum melawan Bologna, biarkanlah para Interisti menikmatinya seraya bergumam, ‘Harapan itu selama ini ada pada dirimu, Joao!’ (m2/fajar)

loading...

The Latest

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!