Rumah Sakit Utamakan Uang Dibanding Nyawa Bayi Debora – FAJAR Trend
Google Trend

Rumah Sakit Utamakan Uang Dibanding Nyawa Bayi Debora

Bayi Debora

FAJAR TREND – Kasus yang menimpa bayi malang, Tiara Debora, membuat hati masyarakat meringis. Keterbatasan biaya serta kepanikan di tengah kondisi kritis membuat pasangan orang tua, Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi kebingungan.

Bayi Debora terlambat diberikan fasilitas ruang PICU lantaran rumah sakit tempat sang bayi dirawat, Rumah Sakit Mitra Kalideres, Jakarta Barat, belum bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Sangat mengharukan membaca peristiwa meninggalnya bayi Debora karena sikap pihak rumah sakit yang lebih mengedepankan biaya daripada pelayanan kepada pasien yang membutuhkan perawatan dan pertolongan,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang dalam keterangan tertulis, Minggu (10/9).

Lebih berharganya uang daripada nyawa manusia, kata dia, menunjukkan manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres membiarkan pasiennya meninggal dunia hanya karena orang tua Debora tidak mampu menyediakan uang muka perawatan. Pihak Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan harus melakukan investigasi kepada pihak rumah sakit Mitra Keluarga Kalideres.

“Karena kejadian ini sangat jauh dari program pemerintah yang telah memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat,” kata Sarman.

Sarman menegaskan, tidak tertutup kemungkinan izin rumah sakit tersebut harus dicabut jika memang dalam operasionalnya tidak bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sarman menambahkan jika perlu di depan rumah sakit tersebut ditulis pengumuman “Ada Uang Kami Layani”.

“Supaya masyarakat bisa mengukur dirinya jika ingin berobat ke RS tersebut,” katanya.

Untuk memaksimalkan program BPJS agar dipastikan semua RS wajib bekerjasama sehingga tidak ada alasan bahwa RS belum mengadakan kerja sama dengan BPJS. Menurutnya jika perlu dalam memberikan izin rumah sakit harus ada kewajiban bekerjasama dgn BPJS kesehatan.

“Kadin DKI Jakarta sangat berharap pemerintah harus turun tangan dan bertindak tegas kepada managemen rumah sakit tersebut agar ke depan tidak terulang kejadian yang sama,” tutup Sarman¬†(ika/jpc/fajar)

loading...
Click to comment

The Latest

To Top