Sudah Diamuk Fans Namun Tetap Kalah, Selanjutnya Bagaimana, Inter? – FAJAR Trend
Bola

Sudah Diamuk Fans Namun Tetap Kalah, Selanjutnya Bagaimana, Inter?

ekspresi kekecewaan penggawa inter usai gol Pietro Iemello - AP

FAJAR TREND – Raksasa Italia, Inter, kembali memperpanjang tren buruk usai dikalahkan 1-2 oleh tamunya, Sassuolo di Giuseppe Meazza, Minggu (14/5) petang WIB.

Kekalahan ini menjadi yang keempat kalinya secara beruntun, atau hasil tanpa kemenangan kedelapan secara beruntun bagi La Beneamata di Serie A.

Armada caretaker Stefano Vecchi, yang menggantikan Stefano Pioli di kursi pelatih usai dipecat beberapa waktu lalu, harus menyerah dengan kedigdayaan seorang striker tim papan tengah asal negeri Pizza, Pietro Iemello.

Dua gol yang ia sarangkan ke gawang Samir Handanovic di menit 36 dan 50, berhasil membuat Mauro Icardi dkk dipandang bak tim semenjana kasta kedua Italia.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat Inter bermain di hadapan penggemar mereka sendiri. Namun nyatanya, tak sedikitpun terlihat ada peningkatan dari performa mereka.

Striker lapis dua Inter, Eder Citadin Martins, sempat membangkitkan asa tuan rumah untuk membalikkan keadaan kala berhasil mengoyak jala gawang kiper Sassuolo, Andrea Consigli, di menit 70.

Namun sayang, hingga peluit panjang tanda pertandingan berakhir ditiup wasit Davide Massa, skor 2-1 untuk keunggulan Sassuolo tak berubah.

Hasil tersebut tentu membuat publik, khususnya para penggemar mereka di seluruh dunia, bertanya-tanya, “Ada apa, Inter?”

Sebab, jika dilihat dari komposisi pemain, Inter unggul jauh dari Sassuolo. Petang tadi, Inter menurunkan tridente kelas dunia mereka, Ivan Perisic, Antonio Candreva, serta striker andalan mereka sekaligus kapten tim, Mauro Icardi, yang sejauh ini telah mengemas 24 gol dari 36 pertandingan.

Sedangkan lini tengah diisi pemain sekelas Marcelo Brozovic, Joao Mario yang menjadi sentral lini tengah Portugal kala menjuarai EURO 2016, serta seorang wonderkid yang belakangan ini menjadi perbincangan publik Italia, Roberto Gagliardini.

Seharusnya dengan komposisi tersebut, Inter tak akan kesulitan menandingi permainan anak asuh Eusebio Di Francesco, setidaknya untuk mengejar defisit gol menjadi 2-2.

Fakta tersebut tentu mengherankan, apalagi mereka masih memiliki wonderkid asal Brazil, Gabriel Barbossa di bangku cadangan, yang kepindahannya ke Inter awal musim lalu digadang-gadang akan membantu daya gedor tim berjuluk Il Nerazzurri tersebut.

Menarik menunggu kejutan apa yang akan dihadirkan Inter dan pemilik baru mereka asal Tiongkok, Suning Holdings Group, dalam menyambut Serie A 2017/18 di musim panas nanti.

Apalagi, banyak Interisti menganggap musim ini telah usai meski masih menyisakan dua pertandingan; vs Lazio dan Udinese.

Rumor terakhir menyebut, Inter tengah melakukan kontak intensif dengan pelatih Chelsea, Antonio Conte, untuk memboyongnya ke Appiano Gentile musim depan.

Mendengar kabar tersebut, penggemar di Italia bereaksi keras. Mereka tidak percaya dengan rumor sampah itu.

Bahkan dalam laga tadi, penggemar garis keras Inter, Curva Nord 69, membentangkan spanduk protes atas keputusan pemecatan Pioli, di tribun utara Giuseppe Meazza.

“Terima kasih, Pak Pioli, satu-satunya ‘aktor’ interista di tengah tim berisi pemain-pemain tak berharga dan penuh dengan kepalsuan,” tulis mereka.

Menanggapi protes yang dilakukan Interisti, Direktur Teknik Inter, Piero Ausillio santai. Ia mengaku, memecat Pioli adalah keputusan yang sulit.

“Kami memiliki beberapa rencana yang tidak akan saya ungkapkan. Namun kelemahan posisi kami di klasemen (tidak berlaga di Liga Europa musim depan) sebenarnya adalah keuntungan, karena memberi kami waktu untuk membangun dan menyelesaikan situasi ini,” ujarnya, dilansir dari Football Italia, Minggu (14/5). (riz/fajar)

loading...
Click to comment

The Latest

To Top