Spesiesnya Terancam Punah, Seekor Badak Cari Pasangan Lewat Tinder – FAJAR Trend
Update

Spesiesnya Terancam Punah, Seekor Badak Cari Pasangan Lewat Tinder

FAJAR TREND – Di zaman yang semakin berkembang, banyak bermunculan aplikasi jejaring sosial.

Entah itu berbasis obrolan seperti Whatsapp, Line, BBM, hingga media sosial seperti Twitter, Facebook, dan aplikasi pencari pasangan, Tinder.

Semua pengguna Tinder memiliki tujuan yang sama: mendapatkan pasangan.

Pun seperti apa yang ada di benak pengguna bernama Sudan.

Ia berusia 43, tingginya 183 cm, tinggal di Kenya, mencintai kegiatan di alam bebas dan bepergian jauh.

Namun, ia bukan manusia, melainkan seekor badak.

Sudan sebenarnya adalah satu-satunya badak putih jantan utara yang tersisa di dunia, dan perlu kawin.

Profilnya berbunyi, “Saya tidak bermaksud lancang, tapi, takdir spesies saya sangat bergantung pada saya.”

“Saya dapat tampil di bawah tekanan, suka makan rumput dan bersantai di kubangan lumpur. Tinggi 183 cm dan berat badan 2267 kg.”

Dilansir dari Mirror, pelestari hewan berharap dengan memasang profil SUdan di Tinder, dapat membantu penggalangan dana mengingat Sudan membutuhkan serangkaian pengobatan kesuburan yang memakan biaya sebesar hampir 120 miliar rupiah.

Sperma Sudan akan membuahi sel telur salah satu dari dua spesies badak putih utara terakhir: Satu berusia 17, dan Najin berusia 27.

Nantinya, embrio akan ditanam di tubuh badak putih selatan, spesies yang lebih umum dari badak.

“Kami telah mencoba segala cara untuk mengawinkan mereka secara alami,” ujar Elodie Sampere, manajer pemasaran konservasi OI Pejeta, Kenya.

Tak main-main, demi menjaga kelestarian badak putih utara, ketiganya dijaga ketat oleh pasukan bersenjata.

“Kami memindahkan mereka dari kebun binatang yang suasananya kurang alami, kemudian menempatkan mereka di lingkungan semi liar. Beberapa kali terjadi perkawinan, memang, namun betinanya tak kunjung hamil,” tambahnya.

Para pemburu liar menjual cula badak putih utara seharga 600 juta rupiah lebih, membuat ketiga badak itu lebih berharga dari emas dan kokain.

Atas hal itu, para pelestari hewan takut Sudan akan mati atau dibunuh terlebih dahulu sebelum uang yang dibutuhkan terkumpul.

“Selalu ada ketakutan, dia sudah tua, Sudan mungkin akan segera mati. Selama permintaan cula badak putih masih ada, ancaman perburuan terhadap Sudan tetaplah berlanjut,” pungkasnya.

Sebagai informasi, profil Sudan tersedia di 190 negara dan diterjemahkan dalam 40 bahasa.

Jika Anda menggeser layar ke kanan saat profil Sudan muncul, secara otomatis Anda akan diarahkan ke situs donasi OI Pejeta.

Beberapa jam setelah Sudan online, jumlah ‘swipe kanan’ di profilnya membludak dan menyebabkan situs OI Pejeta lumpuh sesaat. (riz/fajar) 

loading...
Click to comment

The Latest

To Top