UNBK Pakai Komputer? Intinya Jangan Cemas… – FAJAR Trend
Google Trend

UNBK Pakai Komputer? Intinya Jangan Cemas…

ilustrasi unbk

FAJAR TREND – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) dimulai hari ini. UNBK yang dilaksanakan hingga Kamis (6/4) itu diikuti seluruh siswa SMK. Sedangkan UNBK untuk jenjang SMA dilaksanakan pekan depan. Yakni, 10–13 April.

Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur Prof Muzakki mengimbau siswa agar melaksanakan ujian nasional dengan tenang. Tidak gugup, apalagi terburu-buru dalam menyelesaikan soal ujian. Sebab, ujian nasional merupakan hal biasa. ”Ini sudah menjadi kegiatan rutin dan biasa dalam pendidikan,” katanya.

Semua siswa di jenjang SMK akan melaksanakan ujian nasional dengan berbasis komputer. Artinya, UNBK untuk siswa SMK dilaksanakan 100 persen. Karena itu, Zaki minta siswa tidak perlu cemas. Teknologi sudah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jika ada masalah teknis komputer saat ujian, dia mengimbau siswa tidak perlu gugup. ”Tenang. Jangan gelisah. Segera laporkan ke penyelenggara ujian di sekolah,” tuturnya.

Guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya itu berharap tidak terjadi permasalahan atau kendala selama proses ujian berlangsung. Jika terjadi permasalahan pun, dia optimistis bisa cepat tertangani. Sebab, sudah ada proktor dan teknisi di setiap sekolah.

Zaki juga minta orang tua dan guru untuk mendukung penyelenggaraan UNBK. Terutama agar ujian bisa berlangsung dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas. Para guru di sekolah sebisanya menciptakan situasi yang kondusif untuk pelaksanaan ujian. Sedangkan para orang tua mendukung anaknya untuk belajar dan mendoakan.

Data Dinas Pendidikan Jawa Timur, ada 199.365 siswa yang akan melaksanakan UNBK. Mereka tersebar di 1.798 sekolah penyelenggara UNBK. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman berharap pelaksanaan ujian berlangsung kondusif.

Dia optimistis proses ujian nasional bisa terlaksana dengan baik. Sebab, persiapan juga sudah dilakukan sebaik-baiknya. Semua pihak, baik proktor, teknisi, maupun para kepala sekolah, sudah melakukan persiapan dengan maksimal. Sinkronisasi juga sudah dilakukan.

Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan PLN dan Telkom untuk kelancaran pelaksanaan UNBK. Para cabang dinas pendidikan di kabupaten/kota juga sudah berkoordinasi dengan Telkom dan PLN di daerah masing-masing. ”Komitmen kami semoga lancar semuanya,” tuturnya.

Mengenai soal, panitia telah menyediakan ribuan jenis soal yang berbeda-beda. Karena itu, dia meminta siswa tidak mudah percaya dengan isu kebocoran soal. Baik yang diunggah di media sosial maupun di mana saja. ”Siswa jangan mudah terpengaruh. Hoax seperti itu tidak perlu dipercaya,” katanya.

Sementara itu, SMKN 3 Surabaya menggelar istighotsah untuk proktor, teknisi, pengawas, dan panitia UNBK di sekolah tersebut. Mereka berharap seluruh proses ujian kelulusan 477 siswa di sekolah tersebut bisa berjalan lancar. Tidak ada gangguan teknis yang bisa menghambat siswa dalam mengerjakan soal-soal.

Kepala SMKN 3 Surabaya Mudianto menjelaskan, sekolahnya sudah siap melaksanakan UNBK. Ada 160 komputer klien yang siap digunakan. Seluruhnya terbagi dalam lima ruang ujian. Perinciannya, 3 ruang berisi 40 komputer dan 2 ruang berisi 20 komputer. ”Masing-masing ruangan ada tambahan komputer cadangan sebanyak 10 persen,” terangnya.

Sampai Minggu (2/4), sinkronisasi dengan server utama dan cadangan sudah dilakukan. Sebagai langkah antisipasi, mereka juga mengopi data sinkronisasi ke hard disk eksternal. CCTV juga sudah terpasang. Mulai di ruang ujian hingga lorong-lorong sekolah.

Sementara itu, monitor CCTV juga ditempatkan di dua lokasi. Yakni, di ruang Wakasek untuk monitor yang mengarah ke kamera yang berada di dalam ruangan ujian. Monitor lainnya berada di ruang satpam untuk memonitor keamanan di lorong sekolah. ”Kalau dulu polisi menjaga kertas ujian, sekarang kita menjaga fasilitas kita, jangan sampai ada apa-apa saat ujian,” paparnya.

Terkait kelistrikan, Mudianto mengerahkan tim listrik SMKN 3. Mereka terdiri atas siswa kelas X dan XI. Jadi, selama kakak kelasnya ujian, mereka tidak libur dan ikut memantau keamanan jaringan listrik. Baik listrik di ruang ujian masing-masing maupun panel hubung bagi (PHB) listrik.

Tak cukup sampai di situ. Pihak sekolah juga melakukan antisipasi jika ada siswa yang terlambat. Seluruh ketua program (Kaprog) mengecek seluruh siswanya sejam sebelum ujian berlangsung. Yang belum datang akan segera dihubungi. ”Sekolah juga menyediakan tim penjemput bila ada siswa yang mengalami kendala di jalan,” tambahnya.

Menurut Mudianto, UNBK tahun ini merupakan yang ketiga di sekolahnya. Karena itu, mereka lebih deg-degan. Sebab, mereka ingin yang ketiga ini bisa jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya. Pria asli Pacitan tersebut mengatakan bahwa sekolah sempat berkirim surat ke PLN terkait pelaksanaan UNBK. ”Kami juga menambah jumlah satpam yang menjaga sekolah,” tandasnya. (fajar/jpg)

loading...

The Latest

To Top