Ahmad Dhani Sebut Kpop Tak Memiliki Nilai Artistik, Kpop-ers Meradang – FAJAR Trend
Update

Ahmad Dhani Sebut Kpop Tak Memiliki Nilai Artistik, Kpop-ers Meradang

ahmad dhani

FAJAR TREND – Pentolan manajemen artis Republik Cinta, Ahmad Dhani Prasetyo, menjadi bulan-bulanan netizen usai menyatakan opininya melalui akun Facebook Ahmad Dhani Prasetyo.

Dalam screeshot postingan yang diunggah akun gosip Instagram @lambe_turah, Dhani memberikan pendapat bertajuk Virus Hoax.

Ia mengkritisi tentang betapa mudahnya masyarakat Indonesia dalam menyebar informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Di awal tulisan, ia membawa musik asal Negeri Gingseng Korea, K-pop, sebagai analogi. Bahkan, ia juga menyebut musik K-pop tak memiliki nilai artistik.

BEGINI KATA SESEBAPAK VIRUS HOAX By AhmadDhani Beberapa tahun lalu , DEMAM musik K POP mewabah di Indonesia… Demam itu di buat dan di manufacture oleh Perusahaan International yang di support Pemerintah Korea Selatan. Musik tidak artistik ini , di kemas sedemikian rupa dan di MAKE UP full sehingga se olah olah ini adalah musik bagus dan ber keSENIan tinggi. Ada semacam IMAGE ENGINEERING yang bisa membuat mereka yang AWAM MUSIK secara otomatis menjadi "Terkesima". Banyak generasi muda yang terkena Virus K POP dan menjadi DEMAM karena nya. Kenapa? Karena Orang Tua mereka tidak memberikan ANTI BODI SELERA… Sehingga anak anak itu tidak memiliki KEDAULATAN SELERA… AL EL Dul , Anak anak saya tidak pernah suka musik Korea… Karena dari kecil sudah saya ajari mereka dengan musik2 bermutu…musik musik yang mempunyai Unsur SENI yang Tinggi. Begitupun di kancah POLITIK di Indonesia…MANUFACTURE PERSON, IMAGE ENGINEERING…MAKE UP STORIES yang di kontrol oleh TAIPAN TAIPUN demi melanggengkan Bisnisnya agar tetap punya kontrol terhadap Penguasa Lokal ( Penguasa yang mereka BINA ) Yang pada akhirnya berhasil MENIPU mereka mereka yang tidak punya KEDAULATAN KEBANGSAAN dalam diri nya . Sehingga semua yang ada di otak mereka ini , isi nya adalah informasi informasi awang awang… bualan bualan..dan SerBa SIMULASI tapi seperti NYATA. Parahnya ada budaya Mem BEO dalam jiwa masyarakat kita … sehingga apa yang di viral kan adalah HOAX…dan menjadi Virus yang Lucu. Untunglah masih ada Generasi yang masih punya KEDAULATAN KEBANGSAAN… Generasi yang menolak BEGO. Mudah mudahan Bangsa ini selamat dari Virus Hoax yang bisa menyebabkan Bangsa ini DI JAJAH lagi oleh Bangsa Asing… Bangsa Asing yang memiliki KEDAULATAN nya sendiri. Bangsa ini punya Beberapa pengalaman mempunyai Pemimpin Pemimpin BONEKA buatan Perusahaan Asing ( VOC ) yang pada tujuan akhirnya membawa Rakyat Nusantara menjadi Bangsa Kelas 3 ( Kuli, Buruh, Budak ,Petani dll ) Kalau pada tahun 1600 an Tools nya adalah MILITER dan Politik Adu Domba… Sekarang Tools mereka adalah MEDIA KAPITALIS dan POLITIK SIMULACRA Selamat Berjuang Jakarta 15 Maret 2017

A post shared by Bukan Akun Haters / Fanbase 😗 (@lambe_turah) on

Sontak unggahan itu menjadi pro dan kontra di kalangan netizen. Netizen yang mayoritas penggemar K-pop, geram akan pernyataannya tersebut. Namun begitu, tak sedikit pula yang setuju dengan tulisannya.

Emg kalo mau punya OTAK ,gimana caranya, mas ???? Punya lagu sendu yg palingan cuma sejuta copy apa perlu punya sensasi cetar membahana, bagus lah mereka KPOP cetar ga pake gossip lebay kawin sana sono sini, gosip ina inu,” tulis @kusuma5141.

Dasar dodol kenapa jadi kpop dah yg dibahas, seenggaknya suka kpop tidak menyebabkan korban jiwa/menghilangkan nyawa orang 🙈🙈🙈🙈🙈🙈,” timpal @diyanyunitasari95.

Wes pak dance g usah ngurusin kpop.. Kpop jg g ngurusin dapur situ.. Utang pak dibayar.. Mkir jg gmn tuh cilok muncrat sama ceker setan biar laris dipasaran biar balik modal. Ngomong aja sok pinter lu otak kosong.,” komentar @jjcutecute. (riz/fajar)

loading...
Click to comment

The Latest

To Top