Gak Percaya Isu Penculikan Anak Hoax? Baca Deretan Informasi Ini – FAJAR Trend
Google Trend

Gak Percaya Isu Penculikan Anak Hoax? Baca Deretan Informasi Ini

ilustrasi penculikan anak

FAJAR TREND – Kabar penculikan anak beberapa waktu belakangan ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya tak tanggung-tanggung, rumor perdagangan organ tubuh hingga pedofilia membuntuti para korban.

Sebelumnya, ajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil membongkar tindak kekerasan seksual terhadap anak berkedok komunitas di media sosial, Selasa (14/3).

Komunitas pedofil itu tergabung dalam sebuah grup Facebook bernama ‘Official Candy’s Group’. Aktivitas grup tersebut terendus setelah ada laporan dari ’emak-emak’ yang tergabung dalam grup rumpi Facebook.

Kemudian, beberapa hari yang lalu beredar video anak-anak kisaran usia balita hingga Sekolah Dasar korban mutilasi. Mirisnya, dalam video tersebut mereka diperlakukan layaknya sapi atau kambing kurban.

Sontak, kedua kasus di atas menjadi penyebab keresahan yang dirasakan masyarakat. Belum lagi ditambah beredarnya beberapa video penculikan yang berhasil terekam CCTV, yang dibagikan melalui jejaring video YouTube.

Isu penculikan, apalagi disertai mutilasi terhadap anak sebenarnya sudah dibantah oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Rikwanto. Ia mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait adanya penculikan disertai mutilasi anak.

“Seolah-olah sudah kacau dan sudah terjadi sekali. Memang itu campuran dari berita di luar negeri, entah dimana seolah-olah terjadi di Indonesia, kita kan belum menemukan,” ujar Rikwanto di kantornya, Senin (20/3).

Namun selama bulan ini, internet dihebohkan dengan beragam kabar bohong penculikan yang terjadi di Indonesia.

9 Maret 2017 lalu, isu penculikan dengan sasaran anak-anak di bawah 12 tahun merebak di Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

Hal ini ditengarai dengan beredarnya berita serta foto pelaku penculikan anak melalui media sosial.

Menanggapi hal itu, Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah menegaskan bahwa kabar yang beredar merupakan hoax yang disebarkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

“Isu penculikan tersebut tidak benar atau hoax. Kita sudah antisipasi dengan memberkikan himbauan melalui media sosial Polres Banyumas,” jelas Azis, dilansir dari JPNN.com, Kamis (9/3).

Rupanya, jajaran kepolisian kalah cepat dengan penyebaran berita hoax. 19 Maret 2017 silam, Para pembuat hoax memang kurang ajar.

Memanfaatkan kemalasan masyarakat untuk menyaring informasi, mereka berusaha memantik keresahan dengan menyebar berita bohong.

Seperti yang terjadi di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (19/3). Foto seorang pria tua yang sedang digiring polisi beredar luas di media sosial dan sempat membuat geger.

Bagaimana tidak, dilansir dari JPNN.com, foto tersebut dibumbui informasi bahwa sang kakek adalah penculik yang ditangkap aparat di Tasikmalaya.

Padahal, pria tua bernama Nana Suryana itu bukan penculik. Sebelum dibawa polisi, dia ditemukan warga Kampung Leuwi Urug, Tasikmalaya duduk terdiam di bawah pohon bambu di sekitaran Sungai Ciloseh yang kering. Keadaanya menghawatirkan. Mukanya lebam dan tampak ada darah kering.

Setelah penemuan tersebut, tiba-tiba foto Nana ketika dituntun oleh polisi dan warga menuju mobil patroli tersebar di media sosial. Di bawah foto tersebut terdapat caption yang menyebut pria tersebut adalah seorang penculik.

Lalu, dampak isu penculik anak berpenampilan seperti orang gila atau gembel yang belakangan ini menyebar lewat pesan pendek dan media sosial, semakin tidak terkendali.

Bahkan kini sudah ada korban jiwa jatuh akibat isu yang belum jelas kebenarannya tersebut.

Seorang pria tanpa identitas tewas dihakimi massa di Cilegon, Banten, Sabtu (18/3) malam. Peristiwa mengenaskan ini terjadi tepatnya di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, Lingkungan Kracak RT 12 RW 04, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan.

Informasi yang berhasil dihimpun, massa yang jumlahnya mencapai ratusan orang itu mencurigai korban sebagai penculik anak. Seperti isu yang tengah berkembang di sejumlah media sosial belakangan ini.

Padahal hingga berita ini dimuat, tidak ditemukan bukti bahwa pria yang tewas tersebut merupakan pelaku penculikan, yang menyasar anak-anak.

Berkaca dari sejumlah kasus di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat telah termakan dengan kabar bohong yang beredar. Kepolisian bahkan secara terang-terangan membantah kabar tersebut.

Namun di atas itu semua, hal ini dapat dijadikan alarm bagi para orang tua, agar lebih ketat mengawasi anaknya, serta lebih jeli terhadap gerak-gerik mencurigakan dari orang-orang di sekitar mereka. (riz/fajar)

loading...
Click to comment

The Latest

To Top