Oh… Jadi Ini Alasan USBN Tidak Pakai Komputer – FAJAR Trend
Google Trend

Oh… Jadi Ini Alasan USBN Tidak Pakai Komputer

ilustrasi usbn

FAJAR TREND – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) awalnya diproyeksikan pemerintah menggunakan komputer. Namun ternyata, banyak sekolah yang lebih memilih kertas.

Sesuai aturan, USBN jenjang SMA sederajat diselenggarakan mulai hari ini, Senin (20/3).

Namun di sejumlah daerah, ada yang sudah menyelenggarakan USBN sebelum hari ini.

Di wilayah DKI Jakarta saja, hampir seluruh SMA negeri memilih menggunakan kertas ketimbang komputer.

Diantaranya disampaikan Kepala SMAN 22 Jakarta Sri Sariwarni. Dia menjelaskan USBN di Jakarta dilaksanakan mulai Senin depan sesuai dengan acuan pemerintah pusat.

’’Sekarang masih ujian sekolah (US, red). Kemudian disambung USBN,’’ katanya kemarin.

Sri mengatakan sekolahnya ditunjuk sebagai pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Namun dalam pelaksanaan USBN dia menegaskan sekolahannya memilih menggunakan ujian kertas.

’’Rata-rata sekolah di DKI Jakarta juga pakai kertas,’’ ungkapnya.

Alasannya sekolah tidak mau ambil resiko menggunakan komputer yang sudah tertata rapi untuk USBN.

Mereka khawatir jika digunakan untuk USBN, saat pelaksanaan UNBK malah ada gangguan teknis. Sebab perlu ada penyesuaian komputer kembali.

Wakil Kepala SMAN 1 Gunungsari, Lombok Barat, NTB Mansur mengatakan, di sekolahannya juga bakal menyelenggarakan UNBK.

Namun saat USBN yang digelar Senin depan, sekolahannya memilih menggunakan ujian kertas.

Di antara pertimbangan menjalankan USBN dengan komputer adalah menghindari kerumitan memasukkan butir soal ke perangkat lunak UNBK.

’’Banyak guru yang kesulitan untuk memasukkan butir soal ke software UNBK. Akhirnya pilih pakai kertas saja,’’ kata dia.

Pertimbangan lainnya adalah butir soal USBN ada yang berbentuk isian.

Butir soal jenis ini tidak bisa dimasukkan ke sistem aplikasi UNBK yang menuntut butir soal pilihan ganda. Jika dipaksakan, siswa akan mengerjakan dua kali.

Yakni soal pilihan ganda dengan komputer, sedangkan soal isian dengan kertas.

’’Daripada merepotkan siswa, lebih baik USBN pakai kertas,’’ tuturnya.

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN Yosowilangun, Lumajang, Jawa Timur Abdul Muis mengatakan, sekolahanya nanti melaksanakan UNBK dengan menumpang di sekolah lain.

Namun untuk USBN yang dimulai Senin depan, mereka menggunakan ujian berbasis kertas.

Saat ini soal ujian sudah selesai disusun. ’’Untuk mata pelajaran PAI, soalnya dibuat dua paket untuk masing-masing kurikulum,’’ jelasnya.

Soal disiapkan dua paket untuk Kurikulum 2006 dan dua paket lagi untuk Kurikulum 2013.

Dia berharap siswa belajar dan percaya diri jelang pelaksanaan USBN. (fajar/jpnn)

 

Alasan USBN Tidak Pakai Komputer

1. Guru kesulitan dan rumit memasukkan butir soal USBN ke software ujian.

2. Ada butir soal yang esai, sementara aplikasi ujian berbasis pilihan ganda.

3. Sekolah cari aman tidak mau otak-atik komputer sampai pelaksanaan UNBK nanti.

4. Umumnya pnyusunan soal USBN baru selesai Rabu (14/3).

5. Tidak ada pendampingan dan koordinasi intensif sekolah dengan panitia pusat unas.

Manfaat jika USBN pakai komputer

1. Sebagai uji coba terakhir jelang UNBK.

2. Bisa mengetahui kendala-kendala teknis, sehingga bisa diperbaiki segera.

3. Menghemat biaya karena tidak perlu cetak naskah.

4. Menekan potensi kecurangan, karena aplikasi bisa menampung banyak butir soal.

loading...
1 Comment

The Latest

To Top