Keluarga: Bohong, Jenazah Nenek Hindun Tetap Disholatkan Pengurus Musala – FAJAR Trend
Update

Keluarga: Bohong, Jenazah Nenek Hindun Tetap Disholatkan Pengurus Musala

neneng memegang foto nenek hindun

FAJAR TREND – Polemik seputar ditelantarkannya jenazah nenek Hindun di Jalan Karet Karya II RT 09/RW 05, Setiabudi, Jakarta Selatan, memancing perhatian publik.

Sebab, beredar kabar bahwa jenazah wanita berusia 78 tahun itu ditolak untuk disholatkan di musala Al Mu’minun.

Usut punya usut, disinyalir nenek Hindun memilih Petahana dalam pencoblosan Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017 lalu.

Hal ini amat disayangkan putri bungsu Hindun, Neneng. Ia menuturkan, jenazah ibunya ditolak untuk disholatkan di musala terdekat oleh Ustadz Syafii lantaran tidak ada orang.

“Dia bilang ngga ada orang. Itu masih sore. Padahal kan cucu ya ada. Saya lihat juga orang-orang ada,” ujar wanita berusia 47 tahun itu di rumahnya.

Namun, Neneng menampik pemberitaan bahwa jenazah ibunya tidak diurusi. Ia mengatakan, Ustadz Syafii tetap mengurusi jenazah ibunya, menyolatinya, hingga mengantarkannya ke peristirahatan terakhir.

“Terus saya bilang. Oh ya sudah. Tetep dia yang menyalatkan dan mengantarkan ke pemakaman. Kalau berita sekarang kan dibilangnya saya, tidak diurusi ibu saya. Tidak disalati ibu saya. Tidak dimandikan ibu saya. Itu berita yang sekarang, itu tidak benar. Saya tetap menghormati dia (Ustaz Syafii), saya terima ibu saya disalatkan di rumah,” lanjut Neneng.

Sebelumnya, Ketua RW 05, Ishak, membantah kabar miring mengenai jenazah nenek Hindun.

“Apa yang disampaikan di media bahwa jenazah almarhum tidak disholatkan atau ditolak warga itu tidak benar. Warga di sini ini paling ‘sergep’ kalau ngurusin tetangga yang meninggal,” ujarnya. (riz/fajar)

loading...

The Latest

To Top