Bahaya Tren Skip Challenge, dari Kejang-kejang Hingga Kematian – FAJAR Trend
Google Trend

Bahaya Tren Skip Challenge, dari Kejang-kejang Hingga Kematian

skip challenge

FAJAR TREND – Memang, ada-ada saja tren masa kini. Mulai dari klakson bus lintas Pulau Jawa, hingga musik rap yang seakan terlahir kembali.

Namun tren kali ini amatlah jauh berbeda. Bahkan disebut-sebut, tren ini merupakan yang paling bahaya di antara tren lainnya.

Ya, namanya skip challenge, atau generasi 90an menyebutnya rumpuki.

Belakangan ini, skip challenge kembali digemari setelah sebelumnya sempat meredup di kalangan para siswa.

Tekniknya mudah, Anda hanya cukup menekan bagian dada teman anda sekeras-kerasnya selama beberapa detik, untuk menghentikan suplai oksigen sehingga kehilangan kesadaran atau pingsan.

Namun ternyata, menurut Dr Nick Flynn dari Union Quay Medical Centre, Cork, skip challenge atau yang karib dikenal dengan istilah passout challenge, dapat menyebabkan hipoksia, bahkan kematian.

Mirisnya, tren tersebut dilakukan hanya sebatas ingin mendapat sensasi dan kesenangan.

“Saat melakukan passout challenge (atau skip challenge) mereka meniru kondisi kekurangan napas. Itu menghentikan otot dada bergerak, sehingga oksigen minim di otak. Kondisi itu menyebabkan hipoksia dan dapat memicu kejang bahkan kematian. skip challenge sangat berbahaya,” ujar Dr Flynn, dikutip dari irishexaminer.com.

Meski Anda dapat kembali tersadar usai pingsan, namun hal tersebut tetaplah berbahaya bagi tubuh, seperti cedera. Selain itu, otak akan mengalami kerusakan jika kekurangan oksigen selama tiga menit, bila lebih dari lima menit, akan fatal. (riz/fajar)

loading...
Click to comment

The Latest

To Top