Marjinal Pernah Menobatkan Pramoedya Ananta Toer Sebagai Datuk Punk – FAJAR Trend
Google Trend

Marjinal Pernah Menobatkan Pramoedya Ananta Toer Sebagai Datuk Punk

FAJAR TREND – Sudah tak dapat dipungkiri, masyarakat seantero dunia pasti mengakui Pramoedya Ananta Toer sebagai penulis berkaliber.

Bahkan, sebagai bentuk perayaan ulang tahun Pram hari ini, Senin (6/2), laman Google Doodle pun memuat ilustrasi dirinya.

Namun satu hal yang jarang diketahui semua orang. Ternyata, Pram adalah seorang Datuk, Datuk Punk!

Peristiwa ini terjadi dua belas tahun silam. Minggu, 6 Februari 2005.

Malam itu ada acara di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat; ulang tahun Pramoedya Ananta Toer ke-80.

Pada puncak acara, Pram terkekeh-kekeh ketika dianugerahi gelar Datuk Punk oleh Marjinal, band punk berpengaruh di negeri ini.

Mengenang peristiwa itu, JPNN.com mewawancari Mike Marjinal, Senin, 6 Februari 2017.

Masih ingat bahwa Marjinal pernah menganugerahi Pram gelar Datuk Punk, saat ultahnya ke-80 di TIM?

“Ya, ingat,” jawabnya.

“Karena Pram adalah Pram. Beliau memiliki kedaulatan atas pikirannya dan konsisten atas suara hatinya. Maka ia kita sematkan sebagai datuk kami, Datuk Punk,” tandasnya.

Bagi Marjinal, sastrawan yang pernah mendekam dalam penjara Orde Baru tanpa pernah diadili itu seperti, “sang pencerah bagi generasi muda negeri ini yang selama ini dijejelin pandangan-pandangan Barat dan Timur Tengah.”

Pandangan-pandangan dari luar itu, sambung dia, menumbuhkan mental menghamba kepada mereka (Barat dan Timur Tengah–red).

Dan lalu, jadi tak percaya diri sebagai anak negeri, anak bangsa atau pun pelaku hidup sebagai manusia. “Hingga kami jadi generasi yang tak memiliki keyakinan untuk melihat maupun menantang masa depan.”

Mike langsung berkomentar, “ya, dia (Pram, red.) suka lagu itu (Negeri Ngeri). Bahkan, lagu itu yang menjadi alasan ia menyarankan kita untuk mempengaruhi cucunya.”

Dulu, ketika Pram masih ada, anak-anak Marjinal kerap berkumpul dan bermuka-muka dengannya. Meski usia berpaut jauh, hubungan mereka hangat.

“Sosok Pram yang sangat bersahaja, teman bercanda yang segar. Ia lucu dan apa adanya. Kita generasi muda, bersamanya bebas dari rasa takut.”

Di ujung obrolan, Mike mengaku banyak mengenal substansi dan esensi hidup serta persoalannya lebih dalam, mengakar dan melapangkan hati dari Pram.

“Saat-saat bersama, kita bangga untuk memangil beliau Datuk Punk. Dia adalah opah, ayah, paman, sobat, guru, Datuk Punk bagi kami di negeri ini…”

Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora, 6 Februari 1925. Berpulang di Jakarta, 30 April 2006. Satu di antara kutipannya yang membumi, “duniaku bukan harta dan jabatan. Tapi, bumi manusia dan segala macam persoalannya.” (Fajar/JPNN)

loading...

The Latest

To Top