YLKI: Alasan yang Dipakai Untuk Menaikkan Pajak Kendaraan Kurang Tepat – FAJAR Trend
Google Trend

YLKI: Alasan yang Dipakai Untuk Menaikkan Pajak Kendaraan Kurang Tepat

antrean pengurusan surat-surat kendaraan

FAJAR TREND – Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyatakan, alasan inflasi untuk menaikkan tarif beberapa produk pelayanan di sektor kepolisian seperti STNK dan BPKB kurang tepat.

Sebab, STNK dan BPKB bukanlah produk jasa komersial, akan tetapi pelayanan publik yang harus disediakan birokrasi.

“Alasan inflasi akan tepat jika produk tersebut adalah produk ekonomi komersial yang berbasis cost production dan benefid. Atau setidaknya produk yang dikelola oleh BUMN,” kata Tulus melalui siaran persnya, Rabu (4/11).

Kenaikan itu juga kurang relevan tanpa proses reformasi di sisi pelayanannya. Sampai detik ini proses pelayanan penerbitan STNK dan BPKB, masih sering dikeluhkan publik karena waktunya yang lama. Bahkan ada alasan stok blankonya masih kosong.

“Kenaikan itu harus ada jaminan untuk meningkatkan pelayanan saat proses pengesahan dan penerbitan STNK dan BPKB tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) sebagai payung kenaikan tarif beberapa produk pelayanan.

Biaya penerbitan surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) mengalami kenaikan lebih dari 100 persen. (fajar/jpnn)

loading...

The Latest

To Top