Sadis! Anak Ini Rela Tubuhnya Dibakar Demi Turunkan Berat Badan! – FAJAR Trend
Gaya Hidup

Sadis! Anak Ini Rela Tubuhnya Dibakar Demi Turunkan Berat Badan!

EPA

FAJAR TREND – Seorang bocah obesitas berbobot 146 kilogram merelakan tubuhnya dibakar dalam upaya ekstrimnya menurunkan berat badan.

Li Hang, 11, dikabarkan tengah menjalani pengobatan tradisional Tiongkok setelah berat badannya mengalami kenaikan secara drastis.

Pengobatan tersebut termasuk bekam api, terapi api yang dikenal sebagai huo liao, dan akupuntur.

Dokumentasi selama pengobatan menunjukkan sang anak menjerit ketakutan saat seorang dokter membakar sebuah handuk di atas perutnya.

Sebuah handuk dibakar di atas tubuh Li - EPA

Sebuah handuk dibakar di atas tubuh Li – EPA

pay-china-obesity-problem-rising-in-children-1

Ekspresi Li saat handuk itu diletakkan di atas perutnya – EPA

Hal ini dilakukan terhadap seorang anak di rumah sakit Changchun Kangda, kota Changchun, di timur laut provinsi Jilin.

Khusus untuk perawatan melangsingkan tubuh, rumah sakit tersebut mengadakan berbagai macam terapi pengobatan tradisional Tiongkok, termasuk Baguan (bekam api), terapi api, dan akupuntur.

Seorang dokter tengah melakukan bekam api pada tubuh Li - EPA

Seorang dokter tengah melakukan bekam api pada tubuh Li – EPA

Li saat melakukan bekam api - EPA

Li saat melakukan bekam api – EPA

Ironisnya, tujuh dari total 53 pasien mereka merupakan anak kecil.

Li, seorang anak dari kota Harbin, berbobot 42 kilogram saat berusia empat tahun, dilansir dari situs resmi rumah sakit tersebut, sekitar 2,5 kali lebih berat dari anak normal lainnya.

Ia menderita sindrom Prader-Willi, sebuah sindrom langka meliputi obsesi terhadap makanan, kesulitan belajar dan kelainan pertumbuhan.

Li Hang ditolong perawat di rumah sakit Changchun Kangda, provinsi Jilin - EPA

Li Hang ditolong perawat di rumah sakit Changchun Kangda, provinsi Jilin – EPA

Tiongkok ditetapkan sebagai negara yang memiliki anak-anak obesitas pada usia 5 sampai 18 tahun terbesar di dunia pada tahun 2025 mendatang.

Jumlahnya akan mencapai 48,5 juta anak, menurut laporan dari Federasi Obesitas Dunia, bulan lalu. (m2/fajar)

loading...

The Latest

To Top