Selain Dortmund VS Legia, Berikut 10 Pertandingan UCL Lainnya yang Juga Menghibur! – FAJAR Trend
Bola

Selain Dortmund VS Legia, Berikut 10 Pertandingan UCL Lainnya yang Juga Menghibur!

BBC

FAJAR TREND – Borussia Dortmund memaksa Legia Warsawa menanggung malu setelah memerkosa jala gawang mereka delapan gol berbalas empat.

Skor tersebut sekaligus menjadi rekor gol terbanyak yang dicetak dalam satu pertandingan di Liga Champions.

Drama 12 gol di Signal Iduna Park tersebut mematahkan rekor sebelumnya, yang dipegang laga Monaco kontra Deportivo La Coruna dengan skor 8-3, 2003 silam.

Setelah gol pembuka Legia Warsawa yang dicetak Aleksandar Prijovic di menit 10, skuat asuhan Thomas Tuchel bereaksi cepat dalam mengejar ketertinggalan. Tak tanggung-tanggung, tujuh gol langsung dilesakkan ke gawang yang dikawal kiper Legia, Arkadiusz Malarz.

Shinji Kagawa juga ikut mencetak rekor sebagai pemain tercepat yang mencetak dua gol di Liga Champions, dengan hanya membutuhkan waktu 76 detik untuk mencetak kedua gol.

Borussia Dortmund mencetak sejarah pada laga kontra Legia Rabu dini hari (23/11) - ALEXANDRE SIMOES

Borussia Dortmund mencetak sejarah pada laga kontra Legia Rabu dini hari (23/11) – ALEXANDRE SIMOES

Selain Dortmund VS Legia, mari lihat beberapa pertandingan yang sangat menghibur persembahan kompetisi kasta tertinggi benua biru. Di antaranya:

1. Juventus 2-3 Manchester United (1999)

Gol Roy Keane menjadi pemicu semangat comeback Manchester United - GETTY IMAGES

Gol Roy Keane menjadi pemicu semangat comeback Manchester United – GETTY IMAGES

Mungkin, laga paling kontroversial selama pagelaran Liga Champions jatuh ke pertandingan yang mempertemukan Manchester United dan Bayer Munchen di final. Namun, laga ini lebih baik.

MU mengejar defisit ketertinggalan 3-1 setelah Filippo Inzaghi mencetak dua gol bagi Juventus saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Roy Keane yang menjadi pacuan semangat skuat asuhan Sir Alex Ferguson saat itu, dan Dwight Yorke dengan cepat menyamakan kedudukan melalui sundulan sebelum Andy Cole memastikan kemenangan klub asal kota Manchester.

2. Monaco 8-3 Deportivo La Coruna (2003)

Selebrasi Dado Prso. Ia mencetak hat-trick di laga kontra Deportivo - GETTY IMAGES

Selebrasi Dado Prso. Ia mencetak hat-trick di laga kontra Deportivo – GETTY IMAGES

Laga pendahulu rekor drama 12 gol laga Dortmund kontra Legia, Monaco kontra Deportivo La Coruna, berakhir dengan skor 8-3.

Dado Prso mencetak empat gol bagi wakil Perancis, sementara Jerome Rothen, Ludovic Giuly, Jaroslav Plasil, dan Edouard Cisse masing-masing mencetak satu gol.

Dwigol Diego Tristan dan sebiji dari Lionel Scaloni mencoba membantu Deportivo dari ketertinggalan. Namun, mereka harus menyerah dengan keganasan Monaco di depan gawang lawan.

3. Manchester United 4-3 Real Madrid (2003)

Ronaldo menjadi pusat perhatian dalam comeback MU kontra Real Madrid - GETTY IMAGES

Ronaldo menjadi pusat perhatian dalam comeback MU kontra Real Madrid – GETTY IMAGES

Kala itu, Ronaldo mengejutkan publik Old Trafford dengan mencetak Hat-trick ke gawang Manchester United.

Striker fenomenal tersebut membuka keran gol, lalu kembali menambah dua gol setelah Ruud van Nisterlooy menyamakan kedudukan, sebelum David Beckham memasuki lapangan sebagai pemain pengganti.

Mantan pemain tim nasional Inggris itu setelahnya mencetak dua gol yang membuat MU kembali menyamakan kedudukan. Akhirnya, Ivan Helguera mencetak gol ke gawang klubnya sendiri dan memastikan kemenangan jatuh ke tangan tuan rumah.

Pertandingan ini menjadi laga paling berkesan di Liga Champions lantaran banyak pemain bintang yang berlaga di satu lapangan.

4. Monaco 3-1 Real Madrid (2004)

Morientes membantu Monaco menang atas klub yang meminjamkannya - GETTY IMAGES

Morientes membantu Monaco menang atas klub yang meminjamkannya – GETTY IMAGES

Monaco mengejutkan raksasa Eropa saat itu, Real Madrid, dengan comeback agregat menjadi 5-2 setelah awalnya Raul menggembosi wakil Perancis tersebut.

Ludovic Giuly memberi Monaco harapan dan pemain pinjaman Real Madrid, Fernando Morientes menempatkan klub asal kota Madrid tersebut di tepi jurang, dan menjadikan laga itu sebagai salah satu comeback paling terkenal sepanjang sejarah Liga Champions.

5. Deportivo 4-0 AC Milan (2004)

Selebrasi Juan Valeron setelah mengejutkan juara bertahan Liga Champions - GETTY IMAGES

Selebrasi Juan Valeron setelah mengejutkan juara bertahan Liga Champions – GETTY IMAGES

Comeback bersejarah di fase penyisihan Liga Champions terjadi pada laga AC Milan kontra Deportivo La Coruna.

Deportivo melakukan hal ajaib dengan memenangkan laga leg kedua demi mematahkan keunggulan 4-1 Milan atas mereka di leg pertama.

Skuat legendaris Milan yang berisi Cafu, Alessandro Nesta, Paolo Maldini, Andrea Pirlo, Kaka’, dan Andriy Shevchenko tercengang dengan tiga gol yang dilesakkan Walter Pandiani, Juan Carlos Valeron, dan Albert Luque ke gawang mereka di babak pertama.

Fran melegkapi kemenangan tak terlupakan mereka di stadion Riazor. Setelahnya, skuat asuhan Javier Irureta harus mengalah dengan keperkasaan Porto era Jose Mourinho di semifinal.

6.Chelsea 4-2 Barcelona (2005)

Sundulan John Terry yang menggugurkan Barcelona - SHAUN BOTTERILL/GETTY IMAGES

Sundulan John Terry yang menggugurkan Barcelona – SHAUN BOTTERILL/GETTY IMAGES

Laga ini menandakan bangkitnya raksasa baru Liga Primer Inggris, Chelsea. Skuat asuhan Jose Mourinho kala itu menggugurkan Barcelona di pentas Liga Champions.

Sundulan John Terry memaksa laga berakhir dengan skor 4-2 atau agregat 5-4 bagi kemenangan Chelsea.

Penalti dan keahlian kaki seorang Ronaldinho dalam menusuk pertahanan memupuskan asa Chelsea untuk lolos ke babak selanjutnya.

Akan tetapi, sundulan John Terry saat 14 menit menjelang pertandingan berakhir memaksa Barca mengakui keunggulan Jose Mourinho cs.

7. AC Milan 3-3 Liverpool (2005)

Steven Gerrard membalas gol dalam salah satu pertandingan hebat di Istanbul - MIKE HEWITT./GETTY IMAGES

Steven Gerrard membalas gol dalam salah satu pertandingan hebat di Istanbul – MIKE HEWITT./GETTY IMAGES

Final terbesar sepanjang sejarah Liga Champions. Liverpool melakukan keajaiban di Istanbul setelah gol pembuka Paolo Maldini dan dwigol Hernan Crespo, seakan membuat Milan mengangkat trofi lebih cepat pada turun minum.

Di babak kedua, Liverpool membalas satu gol berkat kapten mereka Steven Gerrard, sebelum Vladimir Smicer dan Xabi Alonso mencetak gol dalam waktu tujuh menit. Impresif.

Eksekusi Andrea Pirlp dan Andriy Shevchenko pada drama adu penalti berhasil dimentahkan Jerzy Dudek, serta memastikan skuat asuhan Rafael Benitez membawa trofi Liga Champions pulang bersama mereka ke Inggris.

8. Chelsea 4-4 Liverpool (2009)

Frank Lampard melakukan selebrasi usai laga sengit kontra Liverpool - GETTY IMAGES

Frank Lampard melakukan selebrasi usai laga sengit kontra Liverpool – GETTY IMAGES

Laga ini mungkin menjadi pertandingan tersengit sepanjang pagelaran Liga Champions.

Chelsea versi Guus Hiddink hampir mematahkan keunggulan 3-1 mereka pada leg pertama ketika Fabio Aurelio dan Xabi Alonso menyamakan agregat saat turun minum. Akan tetapi, Didier Drogba dan gol spektakuler Alex kembali membawa klub London unggul.

Frank Lampard semakin membawa Chelsea unggul jauh agregat. Namun, Lucas Leiva dan Dirk Kuyt mengembalikan asa Liverpool, sampai Lampard mencetak gol kedua dalam laga untuk memastikan Chelsea lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 7-5.

9. Inter 3-1 Barcelona (2010)

Diego Milito membuat Inter unggul 3-1 atas Barcelona - GETTY IMAGES

Diego Milito membuat Inter unggul 3-1 atas Barcelona – GETTY IMAGES

Mungkin, laga paling taktis Jose Mourinho terjadi saat ia membawa Inter mengatasi gempuran Barcelona dengan skor 3-1.

Pedro awalnya membungkam publik tuan rumah sebelum I Nerazzurri menyamakan kedudukan lewat Wesley Sneijder sebelum jeda pertandingan.

Penetrasi brilian Maicon dan sebiji tandukan Diego Milito sukses membuat Inter unggul dua gol, dan cukup membuat Javier Zanetti cs percaya diri mengarungi drama yang berakhir dengan skor 3-2 bagi Inter di Camp Nou.

10. Bayern 4-2 Juventus (2016)

Kingsley Coman dan Thiago berselebrasi usai peluit panjang perpanjangan waktu - GETTY IMAGES

Kingsley Coman dan Thiago berselebrasi usai peluit panjang perpanjangan waktu – GETTY IMAGES

Salah satu laga paling elegan di kompetisi tertinggi Eropa. Musim lalu, Juventus ditakdirkan bertemu dengan Bayer Munchen di babak 16 besar Liga Champions.

Pada leg kedua, Paul Pogba dan Juan Cuadrado membawa Nyonya Tua memimpin dengan skor 2-0, dan skor 4-2 dalam agregat. Namun, sebiji gol Robert Lewandowski dan gol Thomas Muller yang dicetak di injury time memastikan laga diteruskan dalam perpanjangan waktu.

Sebiji gol dari masing-masing Thiago dan Kingsley Coman membawa Bayern comeback dan lolos ke babak selanjutnya dengan agregat 6-2. (m2/fajar)

loading...

The Latest

To Top