Ini 7 Hoax yang Pernah Menimpa Dunia Sepakbola! – FAJAR Trend
Bola

Ini 7 Hoax yang Pernah Menimpa Dunia Sepakbola!

hoax

FAJAR TREND – Tepat dua dekade lalu, pada 23 November 1996, Ali Dia melakukan debut di Liga Primer Inggris bersama Southampton. Debutnya kala itu menjadi satu-satunya penampilannya di kasta tertinggi liga Inggris tersebut.

Dia telah meyakinkan pelatih Sotuhampton saat itu, Graeme Souness, untuk mengontrak dirinya dengan menceritakan beberapa kebohongan, termasuk klaimnya sebagai sepupu mantan superstar sepakbola, George Weah.

Ternyata, bukan hanya Dia yang menjadi kebohongan di dunia sepakbola. Berikut beberapa kebohongan yang terjadi di dunia lapangan hijau, dan silahkan anda simpulkan sendiri…

1. Pemain bertalenta ‘semu’ Arsenal seharga 34 juta poundsterling

Pada September 2015 lalu, Arsenal sangat dihubungkan dengan pembelian pemain berusia 16 tahun, Rex Secco, yang dibanderol dengan harga 34 juta poundsterling.

Hanya ada satu masalah, ternyata itu hanyalah sebuah rumor kebohonga.

Agen pemasaran Social Chain, membuat sebuah nama untuk menjadi tolak ukur bagaimana sebuah konten bekerja di Twitter, menjelang konvensi Soccerex di Manchester.

Ya, Rex Secco merupakan anagram dari Soccerex…

2. Karakter fiksi TV di ambang bergabung dengan Liverpool

Pada 1999, beberapa cerita berkembang tentang Liverpool yang berencana mendatangkan gelandang U-21 Perancis, Didier Baptiste, dengan mahar sebesar 3,5 juta poundsterling. Sayangnya, secara harfiah, hal tersebut tidak akan mungkin terjadi.

Baptiste adalah pesepakbola berposisi di bek kiri di Harchester United, tim fiksi dari opera sabun sepakbola berjudul Sky One. Baptiste sebenarnya salah satu karakter di acara tersebut, yang diperankan oleh Tom Redhill.

Seminggu sebelum rumor tersebut muncul, Baptiste mengatakan kepada wanita yang bekerja di divisi humas Harchester bahwa ia menyadari sebuah klub yng dilatih oleh orang Perancis tertarik memboyong dirinya.

Entah bagaimana, cerita itu bertransformasi menjadi berita di kehidupan nyata. Beruntung bagi semua pihak, hal ini terjadi sebelum adanya media sosial. Jika tidak, bayangkan olok-olokan yang akan diterima Liverpool dan penggemar mereka di seluruh dunia…

3. Masal Bugduv, target fiksi lainnya Arsenal

Rex Secco bukanlah pemain buatan pertama yang digunakan untuk Asrenal.

Mundur ke 2008, serangkai potongan artikel di internet mengungkap bakat yang dimiliki Masal Bugduv, pesepakbola asal Moldova, kepada dunia, dan mengatakan Arsenal berada di posisi terdepan dalam perebutan tanda tangan sang pemain. Namanya bahkan masuk ke dalam daftar 50 Calon Bintang versi salah satu surat kabar Inggris.

Tentu saja, Bugduv tidak benar-benar ada. Ada sebuah cerita di Irlandia tentang seorang penjual yang mencari dana untuk kedelai malasnya, yang ia namakan M’asal Beag Dubh.

Coba ucapkan dengan tempo cepat, terdengar mirip bukan?

4. Maradona hengkang ke Moskow?

Di akhir 80-an, kabar Maradona hengkang ke Russia tampak ajaib, dan tidak ada seoarngpun yang menganggapnya serius.

Namun, pada 1988, surat kabar Rusia, Izvestia, mengabarkan bahwa Diego Maradona bergabung dengan Spartak Moscow. Associated Press, sebuah koorporasi media tertua AS, membeli berita tersebut dan memasangnya di bagian muka surat kabar. Mereka bahkan harus mencetak pencabutan berita setelah Izvestia mengakui bahwa berita mereka mengenai Maradona hanyalah sebuah lelucon.

5. Ronaldo sang pahlawan

Menurut beberapa orang, Cristiano berada di ambang kepindahannya ke Spanyol dengan mahar sebesar 160 juta euro. Diduga, Ronaldo telah sepakat untuk bertindak sebagai pahlawan dan rela hengkang dari tim nasional Portgual ke timnas Spanyol demi membantu utang besar Portugal.

6. Togo bukan sebenar-benarnya Togo

Saat Bahrain mengalahkan Togo dengan skor 3-0 dalam pertandingan persahabatan, 2010 silam, pelatih Bahrain saat itu mengajukan komplain atas standar lawannya.

Intinya, skuat Togo diisi oleh sekelompok penipu, dan PSSI-nya Togo tak mengetahui terjadinya pertandingan tersebut.

Tampaknya, Bana Tchanile, pelatih Bahrain saat itu, menyebarkan kabar dusta sebagai bentuk protesnya terhadap kurangnya kesempatan bagi pemain muda Bahrain.

Ia lalu dilarang melakukan segala aktivitas persepakbola selama tiga tahun.

7. Dan tentunya, Ali Dia

Pada 1996, seorang tak dikenal yang mengaku sebagai George Weah menghubungi Southampton.

‘Weah’ menjelaskan bahwa Ali Dia adalah sepupunya, seorang pemain tim nasional Liberia dan calon bintang masa depan.

Untuk alasan yang hanya diketahui dirinya, pelatih Southampton saat itu, Souness, mengontrak Dia, memainkan penipu tersebut kala laga melawan Leeds United, dan beberapa menit berselang kemudian ditarik dari lapangan.

“Penampilannya sangat menggelikan,” kenang Matt Le Tissier. (m2/fajar)

loading...

The Latest

To Top