Museum di Islandia ini Pamerkan 300 Spesimen Penis. Penasaran? – FAJAR Trend
Unik dan Seru

Museum di Islandia ini Pamerkan 300 Spesimen Penis. Penasaran?

Google Images

FAJAR TREND – Seorang mantan guru telah mengumpulkan koleksi terbesar di dunia per-penis-an. Ia membuka sebuah museum dengan hampir 300 spesimen yang dipamerkan.

Pendiri museum, Sigurdur Hjartarson, mengungkap motivasinya memamerkan penis: “Seseorang harus melakukannya.”

Orang-orang yang mengunjungi museum Pallological di Islandia tersebut akan menemukan 282 penis dari segala bentuk dan ukuran 93 spesies hewan di seluruh dunia.

Salah satu koleksi penis yang dipamerkan. FOTO: MIRROR

Salah satu koleksi penis yang dipamerkan. FOTO: MIRROR

Mulai dari penis paus sperma berukuran 1,7 meter, hingga penis kecil hamster dipamerkan di sana.

Penis beruang kutub, lumba-lumba, walrus, ikan, gajah, dan manusia juga dipamerkan. Beberapa di antaranya diawetkan di dalam wadah kaca, sementara lainnya dikeringkan dan dipajang di dinding.

Museum ini bahkan memiliki penis makhluk mitologi di dalam cerita rakyat Islandia, seperti penis peri, ikan duyung, dan roh jahat.

Pemilik sekaligus pendiri museum Phalloloical, Sigurdur Hjartarson. FOTO: MIRROR

Pemilik sekaligus pendiri museum Phalloloical, Sigurdur Hjartarson. FOTO: MIRROR

Museum dibuka pada 1997 silam dengan 62 spesimen dipamerkan setelah Hjartarson memutuskan untuk memamerkan koleksi ekstentrisnya.

Ia mulai mengumpulkan penis sejak 1974 setelah diberikan penis banteng oleh seseorang sebagai alat cambuk hewan.

“Beberapa guru saya dulu bekerja paruh waktu saat musim panas di sebuah perusahaan perburuan paus. Setelah itu, mereka kerap memberikanku penis paus sebagai cemoohan.”

“Kemudian ide membuat musem datang bertahap. Menurutku menarik jika saya dapat mengumpulkan lebih banyak penis hewan mamalia.”

Pada tahun 1980, Hjartarson, sejarawan yang bekerja selama 37 sebagai seorang guru tersebut berhasil mengumpulkan empat penis paus dan sembilan penis mamalia darat.

Sepuluh tahun kemudian, koleksinya telah berkembang menjadi 34 buah, dan semakin bertambah hingga saat ini.

Jumlah pengunjung semakin meningkat sejak museum tersebut pindah ke daerah Reykjavik 2011 silam. Pada tahun itu, 12 ribu pengunjung yang penasaran datang. (m2/fajar)

loading...

The Latest

To Top